Pinangan Nasib

Tuhan menjodohkan aku
dengan nasib tak dikenal
hingga percintaan kami
terasa ganjil.

Kadang dengan riang kami berpeluk
di jalan. Kadang bertengkar di taman-taman
untuk sesuatu yang tak kunjung terumuskan.

Nasib membawaku ke kelok-kelok lengang.
Aku pun membawanya berliku dalam diriku.
Nasib mempermainkan aku lewat kasip waktu
Aku bermain-main waktu dengan nasib. Tak tahu,
Siapa bakal jemu lebih dulu, bosan dan meninggalkan.

Bila aku ditinggalkan nasib
aku pun menanggalkannya dari badan
Tak ada rujuk berbalik pulang!
Kepada Tuhan tak kuingin nasib baru
Aku akan mencarinya sendiri
dan minta Tuhan sekadar meminang!

Yogyakarta, 2002
"Puisi: Pinangan Nasib"
Puisi: Pinangan Nasib
Karya: Raudal Tanjung Banua

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca Juga: Puisi Laut yang Sangat Indah
Loading...

Post A Comment:

0 comments: