Terminal
(: Prof Eko Budihardjo)

Tanpa terasa, satu terminal lagi kita lalui
mendekat
ke alamat yang sudah tercatat
namun,
berapa jauh lagi
selalu menjadi misteri.

Ah,
debar di hati.

Pada akhirnya
kita harus memilih
bus yang akan melaju ke tepi hari
sendiri,
sunyi
namun bisa juga warna warni
malah
mungkin wangi.

Ayo,
tunggu apa lagi.

Semarang, 9 Juni 2009
"Puisi: Terminal"
Puisi: Terminal
Karya: Beno Siang Pamungkas

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Contoh puisi dengan 5 Bait

Post A Comment:

0 comments: