Bisnis

header ads

Puisi: Upacara (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Upacara

Ajarilah bagaimana menjadi tua

Terkuak gapura kesadaran
sehingga tampil kerajaan dalam

Tenunan kata mantra
yang kuhamparkan pada hari-hari besar
di bendul pura
adalah untuk menyambut tamu turun tangga

Jika berkenan tiba
apakah sempat memberi tanda
dengan kelining lonceng genta
di kuil pedanda

Di halaman yang tersapu bersih
dengan tubuh putih
aku menanti di bawah cemara
aku boneka yang butuh dihidupi

Bukankah kesetiaan dan kesabaran sebagian
dari upacara

Bulan yang berlayar di puncak batu candi
adalah pengawal gawat
yang memungkinkan lakon terjadi
di manakah teluk sunyi yang tidak disinggahi

Air di mana pun suci
juga yang terpercik di korban bunga melati
setetes dari telaga purba yang sakti

Sebelum ini kutanggalkan keinginan satu per satu
jiwa murni timbul dari siksaan sakit dan ngeri

Pengabdian menuntut penderitaan yang dicari sendiri

Aku telah membasuh di pemandian tirtasari
dan merasa tak bersalah seperti anak kembali

Manusia selalu tinggal sebatang kara
tanggung jawab tertimpa pada seorang diri
nyawa yang yatim minta dipelihara

Saudara kandung yang lahir sebelum dan sesudahku
bahkan bunda yang teringat mukanya dalam lamunan
tinggal terkurung dalam pengasingan masing-masing

Nasib terkungkung dalam penjara sepi

Ketakutan tidak datang dari maut yang tiba-tiba hadir
melainkan dari pedih yang tak kunjung berakhir

Jadikan aku anak emas
yang tak lepas dari hati

Adakah angan-angan yang lebih manis
daripada mengatasi kecemasan
dan bisa berlaku sebagai jantan

Terlimpah kasih kepada laki-laki gemilang
bagimu aku putra pahlawan
yang berani lebur dengan bayangan hilang

Ketika api hari mati
aku menari sebagai wayang
mengikut getar langkah dewa

Satu gerak tubuh kembar
tingkah gending tabuh kebyar
desah napas mengembus seirama

Dari pembakaran jenazah menyala merah sekar padma.

"Puisi: Upacara"
Puisi: Upacara
Karya: Subagio Sastrowardoyo

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Bebas Bertema Guru

Posting Komentar

0 Komentar