loading...

Gejala Alam dan Manusia

Angin dingin menerjang dan menampar
jendela kamarku
bergetar sebentar
musim gugur dan musim dingin telah bersekutu
menantang mengajak bertempur
mengawali musim dingin yang beku
kering-kerontang - kejam dan kaku.

Sama-sama siap
kau dengan caramu, aku dengan caraku
diam tak bergerak berarti kematian
lincah dan gesit berarti kehidupan
kau mau ikat aku sampai kelu
tapi aku berontak dan bingkas
ikatan belenggu haruslah lepas
dan aku akan berlari
berlari dan mengejar
diam membiarkan diri
adalah pembusukan
berlari - mengejar dan melawan
adalah ambang pertama kemenangan.

Pikiran hanya tunggal: menang
berani melawan dan berani menang
sudah langkah pertama kemenangan!

Paris, 13 November 1999
"Puisi: Gejala Alam dan Manusia"
Puisi: Gejala Alam dan Manusia
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi Renungan Ibu

Post a Comment

loading...
 
Top