loading...

Kepada Anakku

Kepada Anakku (I)

Tiada tahukah engkau sayang,
Bunda pergi melawat negeri
Belum seorang pulang kembali,
Ninggalkan kita sepi berempat?

Mengapa engkau gelak selalu,
Mengapa bergurau tiada ingat?
Pada muka tiada berkesan,
Pada bicara tiada bergetar

Tiada tahukah engkau sayang,
Tiada insyaf tiada ngerti
Bunda pergi tiada kembali?
Mengapa bicara sebijak itu,
Mengapa tertawa gelak selalu?
Air mata pilu kutelan.
23 April 1935


Kepada Anakku (II)

Aku meninjau kembang sepatu,
Larat berkembang di seberang jalan.
Bersorai-sorai kesuma merah,
Dalam girang silau kemilau.

Daun kering gugur ke bawah,
Bunga kerisut menutup kuncup.
Siapakah yang melihat,
Siapakah yang teringat?

Sebab alam ialah hidup:
Bertempik sorak muda remaja,
Berseri bersinar tunas baru,
Sedihlah menyepi selara yang jatuh.

24 April 1935
"Puisi: Kepada Anakku"
Puisi: Kepada Anakku
Karya: Sutan Takdir Alisjahbana

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Trending Topik Juni

Post a Comment

loading...
 
Top