loading...

Pintu ke Mana Saja
(: di rumah Sitok)

Di rumahmu, di pesona kahyangan, aku merasa menjadi Nobita dan bertemu dengan Doraemon. dari kantong ajaibnya, dipinjamkannya sebuah pintu. Pintu yang membawaku tamasya ke berbagai tempat dan masa.

Pintu ke mana saja, membawaku ke dunia itu, masa dua puluh tahun yang lalu. dunia memori yang mengendap dan tersembunyi di balik sel-sel kelabu otakku, ruangan di sudut-sudut terjauh jantung dan hatiku, tempat yang berlumut, lembab, dan tanpa udara. Mataku lamur, hingga tak kutahu, yang kuraba itu cuma getah atawa genangan darah.

Seperti virus atau baksil, aku bergumam, dua puluh tahun lebih, aku mencarimu, kataku. P
asti tidak sungguh-sungguh mencari, katamu.

Tapi dunia di balik pintu ini menggentarkan, karena kompas tak lagi menunjuk ke utara, dan penunjuk arah tak berjalan sebagaimana mestinya. Musim dan udara di sini, menjadi asing bagi pori-pori dan paru-paruku.

Aku bertanya, bagaimana jika pintu ini tiba-tiba menutup, sementara tak kubawa kuncinya? Sekilas, engkau menjawab, tapi maknanya, tak bias kutangkap.

Depok, Oktober 2009
"Puisi: Pintu ke Mana Saja"
Puisi: Pintu ke Mana Saja
Karya: Beno Siang Pamungkas

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Cerita Humor

Post a Comment

loading...
 
Top