loading...

Tahun 2000

Akhirnya sampai juga di Tahun Duaribu
kami berkumpul berdekatan sambil menunggu
pergantian abad lama ke abad baru
bukan main ramainya kami di rumah Oom Hay-djoen
walau begitu tetap saja ada yang segan
menyambut dekapan dan tangan-salaman
masih juga ada yang ragu-ragu
apakah ini masih sisa-sisa orde-lama?
Tapi aku tidak perduli
terobos terus
walau mata panahnya tak juga menembus
aku datang dengan hangat
karena ingin bersahabat
masih ada yang menganggapku sampar penyakit
padahal mungkin saja aku
sudah masuk kategori anak zaman baru
siapa tahu?

Oi kawan
oi teman
betapa dalam dan terpatri eratnya
apa yang dia sudah tanamkan di antara kita
warisan ketakutan, keraguan dan kebodohan
tapi marilah terus
agar anak panahnya sampai bisa menembus!

Cibubur, 2 Januari 2000
"Puisi: Tahun 2000"
Puisi: Tahun 2000
Karya: Sobron Aidit

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Baca juga: Kumpulan Puisi 3 Bait Bebas

Post a Comment

loading...
 
Top