Bulan Festival

Telah tiba lagi engkau ramadan
sebuah bulan festival
buat kita bersaing dan bertanding
untuk menemukan siapa terbaik
mencapai derajat kefitrian

Telah tiba lagi engkau ramadan
sebuah bulan penuh keramaian
buat kita mengisi malam-malam bising
riuh menyebut nama-Mu,
mencapai derajat kemuliaan

Telah tiba lagi engkau ramadan
sebuah bulan terindah dari seribu bulan
ketika malaekat tak pernah tidur
untuk mencatat dan memastikan
siapa terindah mengeja baris demi baris al Qur'an.

Telah tiba lagi engkau ramadan
menghampiriku ajukan sebuah pertanyaan, bahagiakah,
atau susah
buat menyambut festival
untuk menemukan pemenang

Seribu tanya sudah terjawabkan
seribu jawab sudah terlafazkan
seribu gelisah, seribu gundah, seribu luka, seribu tawa,
seribu bahagia,
semua bergemuruh dalam bulan festival, bulan terindah
dari seribu bulan.

Seribu dengki, seribu keji, seribu janji, seribu bukti, seribu
sakit hati, seribu latta, seribu berhala, seribu seribu petaka,
seribu angkara-murka,
melebur hancur dalam bulan festival,
bukan memilih yang benar atau salah, tapi untuk memilih
yang baik dan terbaik, menggapai derajat kefitrian.

Jakarta, Juni 2017
Puisi: Bulan Festival
Puisi: Bulan Festival
Karya: J. Kamal Farza

Baca juga: Kumpulan Puisi dari Ajip Rosidi

Post A Comment:

0 comments: