Dia yang Mabuk

Dia menari bersama lembayung senja memerah lautnya
Waktu ke waktu
Memetakan diri di sini
Di jiwa rapuhnya berdiskusi
Bak kelinci yang lupa diri

Dia begitu setia di ujung dermaga itu
Di kota tua itu
Kuik elang merayu mengajak berpaling
Ia ludahi dalam berang
“Aku tetap di sini menunggu, bila memutih tulangku”
Dia semakin mabuk
Tiada nan melerai.
Tertawa sendiri, membayangkan pertemuan itu.

Suak Indrapuri
Juli, 2018
Puisi: Dia yang Mabuk
Puisi: Dia yang Mabuk
Karya: Mustiar AR

Baca juga: Kumpulan Sajak Bahasa Indonesia tentang Alam

Post A Comment:

0 comments: