Dongeng Sebuah Musim

Aku membayangkan kau duduk di situ, sambil memilin cinta
yang kuletakkan di atas pasir.
Lalu angin melepas kabut, membiarkanku menyentuh langit
tetapi hujan telah membuat kita menggigil dan lupa jalan pulang

Kita terperangkap pada sebuah gubuk, merenda kenangan lain yang
tak pernah terbayangkan: seorang lelaki dengan radio di tangan,
memanggil-manggil mimpinya sendiri - ia adalah penjala
yang melempar jaringnya

Tetapi kita bukan ikan-ikan yang berenang di kolam
kita adalah perahu yang mendayung ke lautan.

Jakarta
8 Juni 2000
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Dongeng Sebuah Musim
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Syair dan Puisi Gus Mus

Post A Comment:

0 comments: