Bisnis

header ads

Puisi: Introspeksi (Karya A. Rahim Eltara)

Introspeksi

Barangkali inilah deras air fardhu
mengalir dari keringat-Mu
menyaring keruh haus dahaga
dari seribu jerat jari-jari pelangi
yang tak mengenal waktu ataupun ruang
semua rupa semua rasa
akhirnya kembali berakhir menyurukkan muka
pada timbunan daki-dakinya sendiri
bersimpuh rapuh pada batas waktu dan ruang
dan patuh pada selingkar angka pasti
yang memburunya sampai kalimat:
“Innalillahi Wainnailaihi Rajiun”

Sumbawa, 1984
Puisi A. Rahim Eltara
Puisi: Introspeksi
Karya: A. Rahim Eltara

Baca juga: Kumpulan Puisi Untuk Gebetan

Posting Komentar

0 Komentar