Bisnis

header ads

Puisi: Mabuk Makrifat (Karya D. Kemalawati)

Mabuk Makrifat

Satu-satu langit malam ditikamnya
lalu ia mengembara mengumpulkan bintang
ketika bertemu purnama
dikerat lagi menjadi sabit
beribu jumlahnya

Satu-satu langit malam digulungnya
lalu ia bergerak menjauh ke timur
di padang tempat cahaya mentari tak berbatas
ia gelar lagi menjadi seribu sajadah
mabuklah ia seorang diri
menggenapkan bulan sabit menjadi purnama
meluruskan barat sajadah
hingga sempurna derajatnya

Satu-satu malam yang ditikam menikam dirinya
satu-satu malam yang digulung menggulung dirinya
maka remuklah sukmanya
apakah artinya palung yang ia timbun bertahun
tak cukup bintang menerangkan gelapnya.

Banda Aceh
12 Agustus 2008
18:14:45
Puisi D. Kemalawati
Puisi: Mabuk Makrifat
Karya: D. Kemalawati

Baca juga: Kumpulan Artikel Menarik

Posting Komentar

0 Komentar