Pantun Maskirbi

Maskirbi, engkau selalu sendiri
menyusuri tubir pantai Calang
Menyibak butir pasir, menyapa matahari
menyimak puisi, menggumam dendang

Maskirbi, engkau selalu sendiri
setiap kali merangkai syair di akhir hari
Di tengah galau dedah Serambi Mekah
menepis gulana gundah hati tak betah

Maskirbi, aku rindu bersilaturahmi
mendengar kabar debar jantungmu
Sejak lama aku ingin berjabat hati
dalam gumam puisi membakar sendu

Maskirbi, aku iri hati
mendengar engkau dapat dispensasi
Tiket langsung masuk al-A'raf sorgawi
anjung saf tertinggi jannah Ilahi

Maskirbi, aku mbrebes mili
dengar kabar engkau berlayar
menunggang gelombang tsunami
Lenyap dari pandang
mendekap gigir gelombang

Senyap tanpa tangis
wirid zikir tak habis-habis

28 Januari 2007


Maskirbi: penyair Aceh yang hilang bersama seluruh keluarganya, ketika gelombang pasang tsunami melanda Calang, pantai Barat Aceh, 26 Desember 2004.
Puisi: Pantun Maskirbi
Puisi: Pantun Maskirbi
Karya: Budiman S. Hartoyo

Baca juga: Kumpulan Sajak karya Maskirbi
Loading...

Post A Comment:

0 comments: