Peunayong
(Meue, Peunayong)

Kudengar kau sempat berlari, menumpang Nuh,
ketika kota menjadi laut

Persis di depan Rex, kau bermalam
bersama Agam, penyair yang kehilangan kata-kata itu

Kau ingat, Rex adalah laut
tempat kita menyemburkan sajak

Menulis malam, juga memaki kegelapan dan langit
yang coreng-moreng

Dan pagi itu segala berubah

Aku bisa membayangkan, bagaimana kau berlari
dan orang-orang melontarkan puja-puji

Tapi tidak sempatkah kau tanya pada Nuh
mengapa Tuhan mengirim laut pasang

Dan mengapa Ia tidak mengirim perahu
atau puncak gunung yang tinggi.

Pamulang
5 Januari 2005
Puisi: Peunayong
Puisi: Peunayong
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi Kriapur

Post A Comment:

0 comments: