Suara-suara

Kita mendengar suara-suara di malam kosong
serupa jerit, juga histeria. Ada wajah yang berdebu
dan tangan mengepal ke udara

Ini sebuah panggung: tempat kesedihan, pun keperihan
ditonton dengan wajah sumringah
langit bukan milik bersama

Matahari makin mengkontraskan suara-suara
dalam perahu yang sama. Senyum dan air muka kita
melukiskan masa depan masing-masing

Nasib tak bisa dibagi, mungkin itulah yang tertoreh
dalam hatimu kini, setelah lift membawamu jauh
membikin rumah di udara.

7 September 2002
Puisi Mustafa Ismail
Puisi: Suara-suara
Karya: Mustafa Ismail

Baca juga: Kumpulan Puisi tentang Tsunami

Post A Comment:

0 comments: