Tentang Kerelaan

Relakan segala apa yang pernah kita rasakan, kepahitan dan segala nikmat adalah udara dalam nafas yang mengantar debu dan sakit ke dalam luas samudera hidup alu perasaan manakah yang selalu kau kenang, kau simpan sebagai wujud keenggananmu meninggalkan aku di trotoar pagi? Seharusnya tidak kita jadikan masa-masa itu sebagai rantai jiwa hingga kemana pun langkah berpaling.

(Pada kelapangan padang itu) ruang gerimis serta desau angin yang membawa resah melambungkan gairah surgawi mengapa tidak menerima takdir yang menggaris batas dengan jelasnya ? sejatinya kita berdamai dengan matahari dengan nurani yang telah mendewasakan generasi ke masa depan meninggalkan.

Padang itu dalam riuh hujan sepanjang musim seharusnya kita jalani hidup dengan kerelaan yang kita rebut untuk keyakinan dan biarlah bila hujan itu reda mega-mega melukis sketsa wajah (kau, aku) memandangnya dengan kelegaan dari sudut manapun kita berada!

Puisi: Tentang Kerelaan
Puisi: Tentang Kerelaan
Karya: Doel CP Allisah

Baca juga: Kumpulan Fakta Menarik dan Unik

Post A Comment:

0 comments: