Perjalanan Malam

Banda Aceh
gerimis mengantar malam
sementara hujan membasuh rindu
tumpah ke samudera hati.

Saree
sunyi mengantar gigil
pada mimpi tak berujung
perjalanan ini mestikah diteruskan.

Sigli
segumpal kalbu jatuh
kadang meruncing menikam-nikam
hingga beranak duri dalam daging.

Beureunuen
melewati tanah kelahiran
hilang rasa dalam pekat malam
segala petuah dan cinta terkuburkan.

Biruen
tak ada lagi yang melantunkan syair
seperti awan ditiup angin
terburai entah kemana.

Takengon
sepucuk rindu menggelegak
ingin cepat bertemu Emak
melepas segala galau menyesak.

Indonesia
berpuluh tahun kuukir nama itu dengan cinta
dan laut senantiasa menghapusnya.

Aceh-Jakarta, 1993
Puisi: Perjalanan Malam
Puisi: Perjalanan Malam
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi W.S. Rendra Yang Terkenal

Post A Comment:

0 comments: