Puisi: Kinanthi Besalen Pandai Besi (Karya Iman Budhi Santosa) Kinanthi Besalen Pandai Besi Kepada tungku, kepada palu baja sedia bersekolah. Mau berguru berpijar menakar desis ububan ikhlas tinggal bahan kembali…
Puisi: Maklumat Penyair (Karya Wiji Thukul) Maklumat Penyair Pernah bibir pecah ditinju tulang rusuk jadi mainan tumit sepatu tapi tak bisa mereka meremuk: kata-kataku! …
Puisi: Ketika Angin Mengangkut Dingin Laut (Karya Rachmat Djoko Pradopo) Ketika Angin Mengangkut Dingin Laut angin mengangkut dingin laut dingin hujan dionggokkan di tengah jalan orang-orang menggigil mencari keha…
Puisi: Maju Tak Gentar (Karya Mustofa Bisri) Maju Tak Gentar Maju tak gentar Membela yang mungkar. Maju tak gentar Hak orang diserang. Maju tak gentar "Pasti kita menang!&quo…
Puisi: Dzikir (Karya Dimas Arika Mihardja) Dzikir Kueja makna kata-Nya penuh damba Sia-sia sembunyikan airmata Duka di hadapan-Nya Maha Sempu…
Puisi: Gemercik Gerimis di Retak Nisan (Karya Iwan Simatupang) Gemercik Gerimis di Retak Nisan Pada satu kemarau berkepanjangan Di kerajaan padang hanya padang Bersabda bagi…
Puisi: Qasidah Cinta Semata (Karya Dimas Arika Mihardja) Qasidah Cinta Semata Kulidahkan bahasa sajadah bagi sang guru batinku Aku datang mendekap mesjid menguntai wirid Sajadah basah airmat…
Puisi: Hujan yang Datang (Karya Remmy Novaris DM) Hujan yang Datang hanya sebuah hotel. orang datang. orang pergi dari kota-kota tak dikenal. mengabarkan ajal. (siapa yang terpelanting dari lantai tu…
Puisi: Nyanyian Menara (Karya Wayan Jengki Sunarta) Nyanyian Menara bila aku menjelma air mengikis cadas hatimu ke mana akan kualirkan gelisah ini o, kau yang berbunga di ladang kering jiwak…
Puisi: Mitologi Keluarga Kami (Karya Zen Hae) Mitologi Keluarga Kami : frans nadjira lihat, ibu mengunyah permen di beranda merasa burung di gaunnya berkicau. ada angin menerb…
Puisi: Lalu Katamu (Karya Fridolin Ukur) Lalu Katamu Setangkai sajak untuk kawanku: Liam Khiem Yang (I) Tugasku hanya membuat sajak tentang d…
Puisi: Sajak untuk Sebuah Jalan (Karya Aslan Abidin) Sajak untuk Sebuah Jalan akan ada saatnya, kami turun ke jalan. menorehkan luka di tembok-tembok, menjeritkan ketakutan-ketakutan ke langit, atau mun…