1993

Puisi: Ruang Tunggu (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Ruang Tunggu ada yang kita tunggu. bangkai-bangkai dan sampah yang mengalir di sungai. antarkan sampai kelok arus dan batu karang. laut teramat luas …

Puisi: Assisi (Karya Acep Zamzam Noor)

Assisi Aku memasuki sebuah hutan Yang terekam indah di kartu pos: Ada jalan setapak, kastil-kastil ratusan tahun Rumput-rumput basah, kerikil di anta…

Puisi: Supar (Karya Wiji Thukul)

Supar Tersiar di halaman kabar supar dipecat ya supar dipecat Kabar tersebar lalu dari mulut ke mulut masuk dan mel…

Puisi: Jejak-Jejak (Karya Slamet Sukirnanto)

Jejak-Jejak Bertahun menyusuri pantai membaca gelombang membuat jejak-jejak di atas pasir dihapus angin sepoi dan dibangunnya lagi jejak-jeja…

Puisi: Surat kepada Fatima Cerik di Mostar (Karya Hijaz Yamani)

Surat kepada Fatima Cerik di Mostar, Bosnia-Herzegovina Fatima, Benarlah, 1992 adalah "annus horribilis" Tahun yang baru kita lewati Tahun …

Puisi: Ziarah pada Tubuh Sendiri (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Ziarah pada Tubuh Sendiri pedangmu membelah sebongkah anggur yang kubagikan kepada seribu musafir yang dahaga, lihatlah darah yang meleleh dari jantu…

Puisi: Potret Penyair (Karya Eka Budianta)

Potret Penyair Untuk apakah hidup ini Selain nulis sajak buatmu Kudengar alam bersajak Kudengar burung, an…

Puisi: Sungai Airmata (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Sungai Airmata bulan mengalir bersama muara sungai airmata. ke laut entah apa. kita ikut di atas perahu mainan. tak ke mana-mana. "ayolah!"…

Puisi: Sapi (K) Emas (Karya Hamid Jabbar)

Sapi (K) Emas arus akar tanah pertanian terus memupuk kecambah merayap terus tumbuh batang terus kembang cabang terus tambah bertambah…

Puisi: Kenangan Masa Kecil (Karya Eka Budianta)

Kenangan Masa Kecil Meskipun kurang jelas Ia masih ingat bahwa Tempat ia bermain Semasa kanak-kanak Ialah plaza yang kini Diapit jalan itu Sehingga s…

Puisi: Nyanyian Perahu (Karya Eka Budianta)

Nyanyian Perahu Perahu itu harus berlayar sendiri Nahkodanya tak perduli, terbuai mimpi Perahu itu hilang di tengah samudera Maukah engkau memegang k…

Puisi: Sabar (Karya Sulaiman Juned)

Sabar Telah terlalu sering belajar bersabar pada laut. Bersedia menerima sampah sengaja dibuang ke dasar hati. Telah terlalu sering belaj…

Puisi: Lembar-Lembar Kalender Tua (Karya Mustofa Bisri)

Lembar-Lembar Kalender Tua Lembar-lembar kalender tua Yang sekalipun dengan hati-hati Kurobek Tercampak juga Menyampah Menyumpal tong usia Kalaupun m…
© Sepenuhnya. All rights reserved.