Puisi: Ruang Tunggu (Karya Dorothea Rosa Herliany) Ruang Tunggu ada yang kita tunggu. bangkai-bangkai dan sampah yang mengalir di sungai. antarkan sampai kelok arus dan batu karang. laut teramat luas …
Puisi: Assisi (Karya Acep Zamzam Noor) Assisi Aku memasuki sebuah hutan Yang terekam indah di kartu pos: Ada jalan setapak, kastil-kastil ratusan tahun Rumput-rumput basah, kerikil di anta…
Puisi: Supar (Karya Wiji Thukul) Supar Tersiar di halaman kabar supar dipecat ya supar dipecat Kabar tersebar lalu dari mulut ke mulut masuk dan mel…
Puisi: Jejak-Jejak (Karya Slamet Sukirnanto) Jejak-Jejak Bertahun menyusuri pantai membaca gelombang membuat jejak-jejak di atas pasir dihapus angin sepoi dan dibangunnya lagi jejak-jeja…
Puisi: Surat kepada Fatima Cerik di Mostar (Karya Hijaz Yamani) Surat kepada Fatima Cerik di Mostar, Bosnia-Herzegovina Fatima, Benarlah, 1992 adalah "annus horribilis" Tahun yang baru kita lewati Tahun …
Puisi: Ziarah pada Tubuh Sendiri (Karya Dorothea Rosa Herliany) Ziarah pada Tubuh Sendiri pedangmu membelah sebongkah anggur yang kubagikan kepada seribu musafir yang dahaga, lihatlah darah yang meleleh dari jantu…
Puisi: Potret Penyair (Karya Eka Budianta) Potret Penyair Untuk apakah hidup ini Selain nulis sajak buatmu Kudengar alam bersajak Kudengar burung, an…
Puisi: Sungai Airmata (Karya Dorothea Rosa Herliany) Sungai Airmata bulan mengalir bersama muara sungai airmata. ke laut entah apa. kita ikut di atas perahu mainan. tak ke mana-mana. "ayolah!"…
Puisi: Sapi (K) Emas (Karya Hamid Jabbar) Sapi (K) Emas arus akar tanah pertanian terus memupuk kecambah merayap terus tumbuh batang terus kembang cabang terus tambah bertambah…
Puisi: Kenangan Masa Kecil (Karya Eka Budianta) Kenangan Masa Kecil Meskipun kurang jelas Ia masih ingat bahwa Tempat ia bermain Semasa kanak-kanak Ialah plaza yang kini Diapit jalan itu Sehingga s…
Puisi: Nyanyian Perahu (Karya Eka Budianta) Nyanyian Perahu Perahu itu harus berlayar sendiri Nahkodanya tak perduli, terbuai mimpi Perahu itu hilang di tengah samudera Maukah engkau memegang k…
Puisi: Sabar (Karya Sulaiman Juned) Sabar Telah terlalu sering belajar bersabar pada laut. Bersedia menerima sampah sengaja dibuang ke dasar hati. Telah terlalu sering belaj…
Puisi: Lembar-Lembar Kalender Tua (Karya Mustofa Bisri) Lembar-Lembar Kalender Tua Lembar-lembar kalender tua Yang sekalipun dengan hati-hati Kurobek Tercampak juga Menyampah Menyumpal tong usia Kalaupun m…