Puisi: Paesaggio (Karya Acep Zamzam Noor) Paesaggio Di sebuah jazirah, suatu hari: Kenanganku yang ramping memanjat tebing karang Yang menjorok ke tengah, bergelayut Pada jenggot pohonan dan …
Puisi: Di Musim yang Lain, Aku Kembali (Karya Ulfatin Ch.) Di Musim yang Lain, Aku Kembali Setahun kujelajahi hutan ini sepi belaka, tanpa penghuni Lalu kubangun rumah dekat sungai agar lebih mudah kukenali m…
Puisi: Oleh Laut (Karya Evi Idawati) Oleh Laut oleh laut aku tenggelam dalam debur ombak oleh laut aku terseret pusaran batin yang melemparkan aku pada sudut dunia : akan cinta masih k…
Puisi: Laron-Laron dan Api (Karya Upita Agustine) Laron-Laron dan Api Masuk pintu di lantai dasar Terjepit dan terhempas Terus ke pintu di lantai dua Terjepit dan terhempas Terus ke pintu…
Puisi: Suluk Tanah Perdikan (Karya Bambang J. Prasetya) Suluk Tanah Perdikan (perjalanan metarual sepasang elang) Sepasang elang hitam terbang menembus cakrawala kala langit kelam dan matahari tenggelam me…
Puisi: Daun Terakhir (Karya Nenden Lilis Aisyah) Daun Terakhir itulah daun terakhir yang jatuh dari pohon itu tapi bukan pengabdian terakhir kepada alam bukan penderitaan terakhir masih ada senyum, …
Puisi: Pengabdi-Pengabdi Tahta Mataram (Karya Iman Budhi Santosa) Pengabdi-Pengabdi Tahta Mataram Dengan surjan biru tua, bersila luluh merawat takzim sembah sejiwa seperti belum ingin, Mataram terkunci sebagai peti…
Puisi: Sunyi (Karya Bambang J. Prasetya) Sunyi Kabut terpaku di bukit juga wajah-Mu hilang di semak atau aku lupa memberi tanda pada setiap pertemuan ruhku 1993 Sumber: Suluk Tanah Perdikan …
Puisi: Teka-Teki yang Ganjil (Karya Wiji Thukul) Teka- T eki yang Ganjil Pada malam itu kami berkumpul dan berbicara Dari mulut kami tidak keluar hal-hal yang besar Masing-masing berbicara tentang k…
Puisi: Ruang Tunggu (Karya Dorothea Rosa Herliany) Ruang Tunggu ada yang kita tunggu. bangkai-bangkai dan sampah yang mengalir di sungai. antarkan sampai kelok arus dan batu karang. laut teramat luas …
Puisi: Assisi (Karya Acep Zamzam Noor) Assisi Aku memasuki sebuah hutan Yang terekam indah di kartu pos: Ada jalan setapak, kastil-kastil ratusan tahun Rumput-rumput basah, kerikil di anta…
Puisi: Supar (Karya Wiji Thukul) Supar Tersiar di halaman kabar supar dipecat ya supar dipecat Kabar tersebar lalu dari mulut ke mulut masuk dan mel…
Puisi: Jejak-Jejak (Karya Slamet Sukirnanto) Jejak-Jejak Bertahun menyusuri pantai membaca gelombang membuat jejak-jejak di atas pasir dihapus angin sepoi dan dibangunnya lagi jejak-jeja…