Emak (I)
(ziarahi makammu)

Nafas
yang berhembus di jiwa-memanjangkan
akal kehidupan adalah dari keberadaanmu.

Seberapa
panjang malam terlalui berkat usapan lembut
jemari yang kau letakkan di atas ubun keadaanku.

Alangkah
jauh dan sangat melelahkan ternyata
menjadi pengasuh buat si biji mata.

(Aku minta maaf mak, jika akal-pikirku melukai jiwa)

Usi Dayah, 2010

Emak (II)

Maafkan
andai hatimu sering aku tikam-tikam
lahirkan luka-gelisah bersimaharaja. Kini
bila menatap lekat anakku dalam tidurnya; baru
kutahu, betapa susah merawat si buah hati
agar hidup dan matinya berarti.

Padang Panjang, Akhir Desember, 2010
Puisi: Emak
Puisi: Emak
Karya: Sulaiman Juned

Baca juga: Kumpulan Puisi Rindu Mama Papa

Post A Comment:

0 comments: