Kasidah Pengembara

Masih begitu jauh jalan yang terakhir
dan telah kubaca semua buku, kota demi kota
tapi matahari tenggelam dalam mimpi
dalam fatamorgana nasib

kemudian burung-burung merasa sangsi
akan jarak
menjeritkan badai yang bakal tiba
mungkin aku terlalu sabar
hingga hilang segala dan semua
kemudian tinggal bayang-bayang malam
mungkin juga maut
atau lolong srigala
dan kini santapanku tinggal angin

oi, tangan yang mulai membatu ini
tidak menulisi langit
dan rembulan dan bintang-bintang
tidak mengenang semua dan segala
aku tinggal diam
melayarkan mimpi dalam darah
menjelang alam baru penuh gairah

tapi o, cacing-cacing sahabat tanah kubur
masih kupercayakan jantung dan hatiku
pada hati Manusiamu yang
memasuki kota
kota tanpa tiang langit di atasnya.

1988
Puisi: Kasidah Pengembara
Puisi: Kasidah Pengembara
Karya: Abdul Wachid B. S.

Baca juga: Kumpulan Puisi Curahan Hatiku

Post A Comment:

0 comments: