Seorang yang Tergesa
(- biografi)

Ia selalu tergesa merasa mencintai
dan terlalu cepat membenci

dengan gampang menganggap menemukan
lalu kecewa karena kehilangan

terlampu pasti menyebut hutan sebagai pohonan
maka keliru dan menganggapnya jebakan

ia terlampau gegabah menduga kedalaman
dengan bangga berenang di permukaan

ia tak pernah sedikit bersabar menafsir itibar
mendaki terjal gunung seolah padang datar

ia hanya gemar menyigi tubir
dengan tergesa menyebut diri penyair.

Bandar Lampung, 2000
Puisi: Seorang yang Tergesa
Puisi: Seorang yang Tergesa
Karya: Iswadi Pratama

Baca juga: Kumpulan Puisi Sore Hari

Post A Comment:

0 comments: