Puisi Iswadi Pratama

Puisi: Gema Secuil Batu (Karya Iswadi Pratama)

Gema Secuil Batu (- SS) Ada yang terus menjauh kebun randu, rumpun perdu, dan angin abu-abu seperti tepuk…

Puisi: Penyair (Karya Iswadi Pratama)

Penyair Aku selalu tumbuh bagi teman-teman, untuk setiap orang menciptakan kubangan cahaya kata-kata …

Puisi: Jalan Setapak (Karya Iswadi Pratama)

Jalan Setapak Engkau jalan setapak di pinggiran tanjungkarang meliuk di pinggang bukit, lempang di landai panta…

Puisi: Lanskap (Karya Iswadi Pratama)

Lanskap Di rumpun perdu mimpi sebutir batu warna jernih pagi datang kepada tepi tak berkata, tercerap c…

Puisi: Aku Akan Melupakanmu dengan Tenang (Karya Iswadi Pratama)

Aku Akan Melupakanmu dengan Tenang (1) Aku telah mencintaimu terlalu dalam dan menerima begitu banyak rasa sakit…

Puisi: Fragmen Pertempuran (Karya Iswadi Pratama)

Fragmen Pertempuran 1. Menjelang Berangkat Sebenarnya hari telah letih ketika ia dijemput pergi menuju tanah lapang di kaki bukit tempa…

Puisi: Agustus (Karya Iswadi Pratama)

Agustus Di Timur pagi, Agustus seperti sebaris eucalyptus di lereng bukit yang mulai tandus. Hampir rebah dan tersia. Tinggal jubah kemarau yang …

Puisi: Aku dan Ibu (Karya Iswadi Pratama)

Aku dan Ibu Di atas kapal dari sebuah jendela ibu menatap laut lepas Aku memandang ibu ingin terjun ke dalam matanya di ma…
© Sepenuhnya. All rights reserved.