Puisi: Sore Seorang Pemurung (Karya Iswadi Pratama) Sore Seorang Pemurung Di manakah kegemilanganku yang dulu pemabuk yang gemar bertualang menyanyi dengan suara…
Puisi: Melankolia (Karya Iswadi Pratama) Melankolia (1) Bagi hamparan hampamu, telah kudermakan hijau-pagi Tapi kau songsong aku dengan sepi selalu. Maka…
Puisi: Sore (Karya Iswadi Pratama) Sore Ombak dari ribuan sungai yang gelisah Kilau emas dari matahari yang berkeping Belulang kukuh sepi dihe…
Puisi: Lubuk Sajak (Karya Iswadi Pratama) Lubuk Sajak sekali waktu aku hanya ingin menulismu seperti kata yang gemetar dan hampir ta…
Puisi: Selimut (Karya Iswadi Pratama) Selimut Ketika kecil aku sering nyumput di balik selimut Menghindar dari terang cahaya. Ingin sekali melampau…
Puisi: Laut (Karya Iswadi Pratama) Laut Apa yang dikenang pantai dari ombak mungkin hanya garam dan remah air Apa yang diingat ombak dari laut barangkali hanya angin dan a…
Puisi: Perempuanku (Karya Iswadi Pratama) Perempuanku Perempuanku seperti burung atau langit biru aku sering menatapnya dari jauh, dari sunyi kehidupan…
Puisi: Kendi (Karya Iswadi Pratama) Kendi Aku telah memiuh dan hampir sia-sia mungkin terlalu keras tanganmu membentukku mungkin terlampau lunak …
Puisi: Tersebab Sunyi (Karya Iswadi Pratama) Tersebab Sunyi Aku bisa saja menulis sajak yang bukan tentang sunyi, misalnya seperti ini: Di Manhattan, di sisi West Side, melaju dengan seb…
Puisi: Kurban (Karya Iswadi Pratama) Kurban (1) Makin putih engkau kini pisau yang pernah berjaya mencipta liang luka di tubuhku kukira telah p…
Puisi: Hasrat (Karya Iswadi Pratama) Hasrat Engkau telah lunak, kawanku telah leleh sebelum rampung menggeledah palungku telah lempang lempungmu…