Habiba dan Pencuri

(1)
Habiba, kucuri senyum kecilmu
dari dalam keseronokan rumah
yang mengunci sejarah
dan mengemas dongeng sebelum tidur
saat itu
aku masih sering melucu
mengangankan pintu kan mengurungku

Habiba, aku telah meraba jendela
saat kuhirup aroma bibir mempelai
yang mengingatkanku pada hujan
yang tak mungkin bisa ditahan

Habiba, barangkali delik matamu
tepat menghunjam di jantung sufiku
tapi sempatkah kaukenal
sederhananya angan pencuri?

(2)
Kau mengingatkanku pada mimpi
yang urung kutafsirkan kemarin malam

Begitulah, setiap kuselidik bibirmu
dengan lukisan tipis dari air ilmu
aku tergetar untuk memungut kembali
khasanah nafsu
yang pernah kusimpan di guci waktu.

Puisi: Habiba dan Pencuri
Puisi: Habiba dan Pencuri
Karya: Amien Wangsitalaja

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis
Loading...

Post A Comment:

0 comments: