Puisi: Konspirasi (Karya Amien Wangsitalaja) Konspirasi Pujangga meloloskan diri dari tanah api dari tanah air dari tanah angin suatu saat pujangga menunda syi’ir karena tanah…
Puisi: Kretapi (Karya Amien Wangsitalaja) Kretapi aku beroleh inspirasi dari seorang wali yang naik kretapi katanya: kretapi tak membawamu ke mana-mana karena kretapi pergi pulan…
Puisi: Samarinda (Karya Amien Wangsitalaja) Samarinda Ia mohang daeng mangkona melaksanakan titah sultan kutai sambil menata adat bugis "orang bugis orang kutai sama rendah sama…
Puisi: Teman Selingkuh (Karya Amien Wangsitalaja) Teman Selingkuh Kutunggu kau teman selingkuh Di sisi taman di sudut perpustakaan Kita kan bercengkrama Sembari memperluas bacaan Sehingg…
Puisi: Lelaki vs Perempuan (Karya Amien Wangsitalaja) Lelaki vs Perempuan Aku melihat Saudara perempuan Hallaj Masuk kota Baghdad Dengan menyingkap cadar Dan ketika kubalah kenapa Ia tak…
Puisi: Pengantin (Karya Amien Wangsitalaja) Pengantin (1) Aku gemas pada hud hud yang gemetar mengabarkan pesonamu Aku gemas pada pemilik ilmu yang berhasil menyatakan singgasa…
Puisi: Jalaluddin Rumi (Karya Amien Wangsitalaja) Jalaluddin Rumi (1) aku yang kehilangan kekasih kini nemukan cinta sebab mentari memang tak tertangkap selain cahaya aku merindukan …
Puisi: Roman Anak (Karya Amien Wangsitalaja) Roman Anak (1) ada anak lahir suatu hari saat orang berkhalwat di kantor menyusun peta negeri ia lahir ditimang supremasi moneter …
Puisi: Rumah (Karya Amien Wangsitalaja) Rumah Kurasakan hangat dadamu hangat dada fatimah karena kisahku menyerupai bocah yang berlumuran darah melintasi gurun menyeberangi fi…
Puisi: Ramadhan (Karya Amien Wangsitalaja) Ramadhan kupercaya hadirmu memperbesar kemungkinan luruhnya angkuh redamnya dendam dan bersama waktu …
Puisi: Titanic (Karya Amien Wangsitalaja) Titanic Siapa dapat menyanjung laut memerdekakan maut seijin biduk, kapten? kecuali kami pencipta s…