Lidah Marunyang

Terbentuk dari gema lonceng
lidahmu memasuki pikiran. Memenuhi
tubuhku dengan tubuh yang lain. Tubuh
yang membawaku berjalan keluar

Kutanggalkan sepatu dan arloji
Kubiarkan orang-orang membongkar
lemari pakaianku, memakainya
dalam upacara peribadatan

Lidahmu mengandung ribuan sayap
yang tak memisahkan terang dan bayangan
Dalam keduanya lidahmu berayun-ayun
dan selalu luput menyentuh tubuhku

Dalam keduanya aku berjalan di atas
jembatan gantung. Di bawah lonceng
yang menggema ke dalam pikiran;
pikiran yang terus mengerang

Di ujung gema lonceng, di gerbang
kota berwarna putih, kutanggalkan 
tubuhku. Kumasuki tubuhmu, memilin
lidahmu, mereguk air liurmu

Lalu kubiarkan kau membingkar
lemariu pakaianku. Memakainya

dalam upacara pemakaman.

2016
Puisi: Lidah Marunyang
Puisi: Lidah Marunyang
Karya: Ahda Imran

Baca juga: Kumpulan Puisi Romantis Zaman Dahulu

Post A Comment:

0 comments: