Kembar

tak ada yang bisa membedakan kami
isteri kami sekalipun
aku nakula dia sadewa
aku sadewa dia nakula
kami adalah satu yang menjadi dua
aku bisa masuk ke dalam mimpinya
juga sebaliknya, ia
aku bisa berdiam dalam kesedihannya
juga sebaliknya, ia

hingga kini kami tetap tak tahu 
siapa sesungguhnya 
yang diikat dan disiksa di pohon randu
siapa yang menyembuhkan durga
dari kutuknya
siapa yang menyembuhkan tambapetra
dari kegelapannya
hingga kami menikah
dengan ni soka dan ni padapa

tapi kami tak pernah berseteru
siapa yang lahir lebih dulu.

Puisi: Kembar
Puisi: Kembar
Karya: Gunawan Maryanto

Baca Juga: Kumpulan Puisi Jawa
Loading...

Post A Comment:

0 comments: