Puisi: Biarlah Dia Melupakan Aku... Karya: Isbedy Stiawan ZS
Biarlah Dia Melupakan Aku...

DIA seperti tak melihatku, atau pura-pura tak melihatku, ketika aku sudah tiba di laman ini. Aku sebenarnya tak memperhatikannya, tapi seserobot pandangku menujah wajahnya, seperti ingin berebut dengan benda-benda lain yang menari-nari di depanku.

Aku terbiasa saat berjalan selalu menunduk. Begitulah. Tatkala pandangku sedikit mendongak, kulihat dia seakan berada di dekat kelopak mataku. Tersenyum. Itulah yang biasa dia lakukan, karena memang bibirnya seperti tersenyum padahal sejatinya ia tak sedang senyum.

Tak ingin aku mengusiknya - persisnya menganggu - maka ketika ia tak juga menegurku, aku pun tak tergiur untuk memulainya. Biarlah dia melupakan aku. Atau ia ingin coba-coba untuk tidak lagi mengenalku, padahal sebelum pertemuan ini ia berwaktu-waktu denganku: jalan menyusuri trotoar, memandang ombak yang memburu pantai, menikmati desir angin layaknya alunan musik di senja itu. Lalu mengurung diri di sebuah kamar gelap dan pengap: melempar asap dari beberapa batang rokok ke langitlangit. Dan, dia bagai kesurupan menyebut-nyebut namaku. Setelah itu merintih layaknya seekor kuda dicambuki, sebab tak hendak berpacu.

Bukankah ini sabana? Tiada kuda yang tak kencang larinya begitu melihat rumput terbentang, tanah lapang nan luas, dan langit memutih. Apalagi di pelana duduk perjaka yang memegang temali agar kuda tak lari ke dalam rimba menemui hantu: "puah! tetaplah kau kuda dalam kendali temali!"

Kini dia bukan lagi kuda. Seseorang yang berdiri di laman. Pandangnya menerawang. Matanya memutih. Wajah pasi. Tiada yang berkelebat di dalam wajah itu. Sebab, ia benar-benar tak melihat sesiapa: juga aku yang sesungguhnya pernah bersamanya di suatu waktu...

Siapa pun boleh melupakan. Pun ia untuk tidak lagi mengingat waktu yang jahanam!

8-9 Juni 2011
Puisi: Biarlah Dia Melupakan Aku...
Puisi: Biarlah Dia Melupakan Aku...
Karya: Isbedy Stiawan ZS

Baca Juga: Kumpulan Fakta Unik Terbaru
Loading...

Post A Comment:

0 comments: