Gerbang Malam

langit menggugurkan daun-daun hujan yang tajam
mozaik-mozaik kota tersusun 
di sebuah lorong panjang

burung-burung hitam melintas di atas kota
orang-orang berjalan memasuki gerbang malam
mencari jejak-jejak musim dan cuaca
sebelum pintu-pintu fajar terbuka

bersama cerita para saudagar
dan lampu kuning kenanga
aku berjalan melintasi mereka
melewati sapaan-sapaan pedagang cina 
mencium aroma masakan melayu 
memandang lukisan kota yang berwarna biru

di bawah cahaya lampu
kau menengadah
betapa lega setelah upacara, katamu
sambil mengenang sisa-sisa gemuruh pantai 
dan potret matahari tenggelam

bayangan pohon memanjang  

bermacam bentuk bunga kau lukis 
di punggung tanganku
adakah getar yang singgah ketika cahaya samar
menimpa wajah kita di tepi jalan itu

lampu-lampu mulai padam
kau bergegas pulang ke rumah
dan aku terdiam memandang purnama
malam gugur dan aku merasa akan terpisah dari semuanya

“demikianlah pertemuan
ia hidup di dalam peristiwa, di dalam foto dan benda-benda”.

Perak-Malaysia, 17 Desember 2012
Puisi: Gerbang Malam
Puisi: Gerbang Malam
Karya: Fitri Yani

Baca Juga: Blog Pribadi
Loading...

Post A Comment:

0 comments: