Sepeda Tua

sepeda tua di sudut kelam
berapa kali musim rindu
mendera rentamu

pada putaran jeruji waktu
kaki mungil mengayuh angin
harapan menjadi kenangan
pada senja yang pikun

alangkah indah masa bocah
betapa ramah sepeda itu
menemani kenakalanmu
merambah halaman seputar rumah
hingga suatu waktu kakimu patah
jatuh dari sepeda tua itu

sungguh segar rasa sakit di akhir senja
tapi betapa perih tangis pertama
saat ibu tersenyum menyambutmu
kita terlalu dungu menyelami keberadaan
hingga tak tahu akan kemana setelah itu

di sudut kelam hanya sepeda tua
meringkuk dalam rindu yang berkarat
hanya kepadamu.

1995
Puisi: Sepeda Tua
Puisi: Sepeda Tua
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Petang
Loading...

Post A Comment:

0 comments: