Rumah

ibu selalu menjadikan dirinya
rumah bagi ayah

rumah yang sekelilingnya dipagari
rumah yang diubah-ubah ayah warna dindingnya
rumah yang dipaku dindingnya untuk dipasangi
lukisan, foto keluarga, jam dinding dan tanggalan
rumah yang bagian-bagiannya dihancurkan untuk
dibangun kembali
rumah yang diam
rumah yang tak ke mana-mana

rumah yang ditinggalkan ayah
dengan kisah-kisah abu-abu
dan rumah yang selalu menanti ayah kembali
dengan doa membiru

begitulah ibu
selalu menjadikan dirinya rumah bagi ayah

rumah yang terus-menerus ditinggalkan
untuk dimasuki kembali oleh ayah.

Jakarta, 2008
Puisi: Rumah
Puisi: Rumah
Karya: Nersalya Renata

Baca Juga: Puisi tentang Cacat Fisik
Loading...

Post A Comment:

0 comments: