Sungai Karma

menyusuri sungai karma
aku tidak tiba di mana pun
sepenuhnya bermuara
pada jiwaku sendiri

siapakah/apakah yang kau sebut tuhan
atau yang kau panggil dengan nama lain?
semua hanya kekosongan

kematian adalah tidur tanpa mimpi
hanya pekat, sepenuhnya gulita
bagai dalam gua garba
sebelum isi benakmu tumbuh dan mekar

mengapa mesti resah
bila kau telah berulang mengalami?

ini malam kembali kususuri sungai karma
dengan rakit yang kubaut
dan kukayuh sendiri
aneka bunga tepi sungai, beragam ikan,
dan berbagai rupa ular
menghampiri benakku
namun, semua hanya fana
2016
Puisi: Sungai Karma
Puisi: Sungai Karma
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Pencuri
Loading...

Post A Comment:

0 comments: