Puisi: Menyusuri Jakarta Tengah Malam Karya: Wayan Jengki Sunarta
Menyusuri Jakarta Tengah Malam

tak ada lagi yang bisa selamatkan kita
menghindari malam yang makin buram
mari susuri saja jalan ini
sejauh mana kita mampu berjalan

letih hanya milik waktu
dan ragu akan segera berlalu
dari sendu matamu

lampu-lampu kota
makin tua cahyanya
namun wajahmu yang belia
membayang di setiap warna iklan
senantiasa menggoda

di mana kita mesti singgah
untuk sekedar istirah
menghentikan langkah
rumah terlalu jauh
dan losmen murah hanya sisa keluh
mungkin juga sejumput lenguh

mengapa cemas pada selimut tipis
yang menutup kawasan rawan tubuhmu
selimut yang serupa selaput itu
mungkin terlalu rapuh
tapi yang suci adalah hati, kekasih

“dan yang setia adalah perjalanan,” gumammu

kau gagu
meraba wajahku
aku kelu menduga kilau
airmata di pelupukmu
seperti embun
di lembah subuh

2005
Puisi: Menyusuri Jakarta Tengah Malam
Puisi: Menyusuri Jakarta Tengah Malam
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi W.S. Rendra - Kangen
Loading...

Post A Comment:

0 comments: