Pada Airmata

(kau ingin rasakan keheningan ini, seperti cucuran airmata, beterjunan kanak-kanakmu, dalam segala moyak harapan)

sudah lama aku kehilangan air mata, tangisku menjadi api menyala, jangan, jangan membuatku menangis, karena kota-kota sudah menjadi puing, kanak-kanak sudah demikian damai dalam lubang besar pemakaman,

(kau ingin rasakan kesunyian ini, seperti cucuran airmata, beterjunan aku, mencari cintamu)

sudah lama aku kehilangan cinta, tak ada yang tersisa, mungkin pada pecahan granat atau bau bensin dan pecahan botol, tiada, tiada lagi yang tersisa, kau lihat sepatuku, perhatikan, di ujungnya, ya merah dan putih, darah dan sedikit cairan otak, eh ada berhelai rambut juga

(kau ingin rasakan keindahan ini seperti cucuran airmata, beterjunan mereka, mencari cahaya)

sudah lama aku tak ada cahaya, di sini, dalam hatiku...

Cilegon, 1999
Puisi Pada Airmata
Puisi: Pada Airmata
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Anak Miskin
Loading...

Post A Comment:

0 comments: