Puisi: Sajak Kartu-kartu Karya: Oka Rusmini
Sajak Kartu-kartu

malam usai menciumi tubuhku
ombak sempat menenggelamkan tikungan tidur yang kutanam dalam otak
satu kecupan
satu luka pada potongan batang tubuh
atau ruas-ruas asing yang menguliti aroma perempuanku
menggiring sel-selku pada-mu
satu tumpuk sajak-sajak
yang hanya dipahami  para pengelana
tak mengajariku arti duniamu
dalam sembayang-mu
tuhan meletakkan abu-nya dikeningmu
kau taburkan dalam ladang-ladang gelisahku

“ini setangkup api dari kedinginan sajadahku”

aku melihat mata menggelinding
mendekati mata kaki, dibunuhnya nyala dupaku
orang-orang hanya pandai menata kebun
memandikan ketelanjangan kita

bahkan setelah kita telanjang
tak pernah kita kenali tubuh kita

“ini setangkup bunga dari kelaparan bungaku”

Mei, 1996
Puisi Sajak Kartu-kartu
Puisi: Sajak Kartu-kartu
Karya: Oka Rusmini

Baca Juga: Contoh Artikel Populer
Loading...

Post A Comment:

0 comments: