Sajak Perempuan

"ia telah menjadi penzinah. gundik intelektual"

lalu tangan siapa hendak 
merajamnya di dekat pintu gerbang.

mungkin di balik tabir. di kedalaman tubir. 
rabu yang simpan kesah, atau rahasia 
kata-kata.

"sesahlah. sesahlah!"

tangan siapa tak berdosa. lemparlah batu kepadanya!

Malang, 20 Maret 1999
Puisi Sajak Perempuan
Puisi: Sajak Perempuan
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Ayah
Loading...

Post A Comment:

0 comments: