Perarakan Jenazah

Kami mengiring jenazah hitam
depan kami kereta mati bergerak pelan
orang-orang tua berjalan menunduk diam
dicekam hitam bayangan
makam muram awan muram
menanti perarakan ini di ujung jalan

tapi kali selalu berebut kesempatan
kami lempar pandang
kami lempar kembang
bila dara-dara berjengukan
dari jendela-jendela di sepanjang tepi jalan:
lihat, di mata mereka di bibir mereka
hidup memerah bemerkahan

Begitu kami isi jarak sepanjang jalan
antara rumah tumpangan dan kesepian kuburan

Puisi: Perarakan Jenazah
Puisi: Perarakan Jenazah
Karya: Hartojo Andangdjaja
    Catatan:
    • Edjaan Tempo Doeloe: Hartojo Andangdjaja.
    • Ejaan yang Disempurnakan: Hartoyo Andangjaya.
    • Hartojo Andangdjaja lahir di Solo, Jawa Tengah, 4 Juli 1930.
    • Hartojo Andangdjaja meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, 30 Agustus 1990 (pada umur 60 tahun).
    Baca Juga: Puisi Cinta Orang Ketiga

    Post A Comment:

    0 comments: