Sepanjang Lapar
Buat Ramadhan

Memanglah kurasa, karena habis menanti
Adalah kata-kata budiman
Bagai rasa sayang yang terlempar
Di luar tadah penerimaan kosong
Tiada tercari mulut yang harus membohong
Senyum sia-sia karena kepala ditundukkan lapar

Ah, mengapa kelegaan tindak hanya sesaat
Bukan menggelenyar bagai penderita yang terkapar
Akankah kututup telapak tangan di kulai muka
Hanya karena tepukan bahu yang kurasa
Telah kukira terlalu manja

Akan kusebut, kata-kata aneh
Asing bagai tamu yang mati saat mengetuk pintu
Juga kutahu, berterus terang betapa sulit perihnya
Bila padaku, rasa sayang hanya ada di muka pucatku

Kita akan berjumpa di lurung-lurung sesal
Di lurung-lurung tak kenal singgah
Ketika sadar membedakan arti
Nafsu dan derita lapar

Puisi: Sepanjang Lapar
Puisi: Sepanjang Lapar
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Puisi Orang Tuaku Pahlawanku

Post A Comment:

0 comments: