Puisi: Kereta Kencana (Karya Sugiarta Sriwibawa) Kereta Kencana Kereta janazah, kami duduk bersanding dengan sawur kembang mempelai Pejamlah, debar darah sesal karena was-was kehendak suara …
Puisi: Elegi (Karya Sugiarta Sriwibawa) Elegi Mulanya pun samar memperhitungkan akhir Dari tengah jarak yang ditarik mati antara (kita hanya menjawabkan ruh) Ah hati, hati yang ma…
Puisi: Dongeng Bocah dan Bulan (Karya Sugiarta Sriwibawa) Dongeng Bocah dan Bulan Jatuh menggema di hati malam Dingin ibu Kutinggal sedang, sedang Tidur tak berselimut Di kamar redup…
Puisi: Perkutut (Karya Sugiarta Sriwibawa) Perkutut Sedan tangis yang turun ke hati Ada burung perkutut bersuara suatu pagi Terdengarkah itu dari sangkar tergantung — Aku pernah deng…
Puisi: Sajak Hijau, Putih dan Jingga (Karya Sugiarta Sriwibawa) Sajak Hijau, Putih dan Jingga Senzoku Sarang burung bisu Merangkum kabut Mencengkeram lagu Payung …
Puisi: Di Meja Makan (Karya Sugiarta Sriwibawa) Di Meja Makan Bagaikan sepucuk surat kaleng Yang sekali mendakwa dan memperingatkan Saat daku dan kerabat bertelekan di meja makan Mengunya…
Puisi: Kunjungan Penghabisan (Karya Sugiarta Sriwibawa) Kunjungan Penghabisan Orang-orang tua yang termangu Mengusapkan leleh peluh merah Regang-regang menggeliat bocah Kering mengelupas kuncup m…
Puisi: Tubir Jurang (Karya Sugiarta Sriwibawa) Tubir Jurang Di situ memang tempatnya Sekali badai tersekap dalam dinding jurang Di langit pun guntur terperangkap mendung Sekali itu mat…
Puisi: Pertemuan Malam di Kanda (Karya Sugiarta Sriwibawa) Pertemuan Malam di Kanda + : Selamat malam, orang asing Aku pandang wajahmu seperti buku Yang dapat aku baca sambil …
Puisi: Kampung Asal dan Ceritanya (Karya Sugiarta Sriwibawa) Kampung Asal dan Ceritanya tamasya di jendela terbuka ini menggema suaraku penuh diri langit melengkung biru senja muda dan cadar samar yan…
Puisi: Anak Jadah (Karya Sugiarta Sriwibawa) Anak Jadah Darah luka Barak duka Rebah melemah Bertutup pintu Batas ragu Muka sendiri Inikah awal mimpinya? Man…
Puisi: Catatan Asing (Karya Sugiarta Sriwibawa) Catatan Asing Malam yang mengancik pukul tiga Alangkah langut hati yang terasing Begitu biru bibir kedinginan juga Berkerinyu…
Puisi: Persetujuan dengan Kaca (Karya Sugiarta Sriwibawa) Persetujuan dengan Kaca Kaca yang menunggu Halus wajah rambut Bersih mengalun mau Bukan bocah lagi Aku yang menunggu Jantung kaca tah…