Puisi Sugiarta Sriwibawa

Puisi: Pertemuan Malam di Kanda (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Pertemuan Malam di Kanda + :      Selamat malam, orang asing           Aku pandang wajahmu seperti buku           Yang dapat aku baca sambil …

Puisi: Kampung Asal dan Ceritanya (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Kampung Asal dan Ceritanya tamasya di jendela terbuka ini menggema suaraku penuh diri langit melengkung biru senja muda dan cadar samar yan…

Puisi: Anak Jadah (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Anak Jadah Darah luka Barak duka Rebah melemah Bertutup pintu Batas ragu Muka sendiri Inikah awal mimpinya? Man…

Puisi: Catatan Asing (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Catatan Asing Malam yang mengancik pukul tiga Alangkah langut hati yang terasing Begitu biru bibir kedinginan juga Berkerinyu…

Puisi: Persetujuan dengan Kaca (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Persetujuan dengan Kaca Kaca yang menunggu Halus wajah rambut Bersih mengalun mau Bukan bocah lagi Aku yang menunggu Jantung kaca tah…

Puisi: Sepanjang Lapar (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Sepanjang Lapar Buat Ramadhan Memanglah kurasa, karena habis menanti Adalah kata-kata budiman Bagai rasa sayang yang terlempar…

Puisi: Album Tua (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Album Tua Tanganmu terlalu tipis mengais reruntuk kenangan Di pagi terang tanah Atau di senja hari kala pohon-pohon sedekap Dan lebu sejara…

Puisi: Lagu di Atas Debu (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Lagu di Atas Debu (kepada anak gelandangan yang mati di jalanan) Kilas lampu merancasi atap pondoknya Menusukkan sinar dan derung jalan raya …

Puisi: Malam Musim Kemarau (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Malam Musim Kemarau Petala malam musim kemarau Tersunggi luas sawang semesta Tak terbilang warna bintang kudamba Aku merunduk kehilangan n…

Puisi: Humbalang (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Humbalang Angin tergugah menjelang pagi Tak sempat menyapa Tapi kudengar bumi terjaga Halimun tersibak fajar Sekali ini ad…

Puisi: Jembatan Tua, Kuburan Tua (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Jembatan Tua, Kuburan Tua Tangan-tangan jembatan Yang merentang di air bayangan Aku ingin menggapai, luruh tertahan Dua muka bercerai, jatu…

Puisi: Hari demi Hari (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Hari demi Hari Sanatorium Solsana Terasa hari-hari yang kering mengelepas bayang-bayang Mengisap mataku Muntah segala bunyi terpendam…

Puisi: Sekolah (Karya Sugiarta Sriwibawa)

Sekolah Sekolah di tepi sungai Anak-anak mencari bayangan Asal dan arah yang mengalir Sekolah di tepi sungai Berpikir pera…
© Sepenuhnya. All rights reserved.