Gedung Pengadilan

lelaki renta itu memasuki gedung pengadilan
tiba-tiba ia ingin menyaksikan sidang perkara
ia bersyukur tak pernah duduk di depan hakim

ternyata ia pusing menyaksikan orang lalu lalang
bahkan kadang tersentak oleh suara bentakan
ada yang saling tuding dan hakim berteriak: diam

ia bingung membedakan mana benar mana salah
di tengah hiruk pikuk sidang tak ada hitam putih
ia hanya tahu dengan warna itu masalah jadi mudah

“aku tak punya tempat di sini”, ia pun melangkah
selamat tinggal gedung penampung perkara

masih adakah keadilan di ruang-ruang sidangmu?

Jakarta, 20 Januari 2011

Puisi: Gedung Pengadilan
Puisi: Gedung Pengadilan
Karya: Aspar Paturusi

Catatan:
  • Nama asli Aspar Paturusi adalah Andi Sopyan Paturusi.
  • Aspar Paturusi lahir pada tanggal 10 April 1943 di Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Baca juga: Puisi tentang Malam

Post A Comment:

0 comments: