Lelaki Tua

sorot mata lelaki tua itu
menikam mataku bertubi-tubi
bulan sabit  penuh bercak darah
pohon kamboja gugur bunganya
angin sekarat bersuir
pondok tuak retak

dekat candi tua
kusembunyikan mataku
dari sihir mata rabun
lelaki uban

aku ngeri tatapanmu!

dulu mungkin kau dan aku
lahir sebagai seteru
dari dua kerajaan 
yang berebut kekuasaan

baik. baiklah!
kita sudahi perseteruan ini
tak peduli kau penganut ilmu hitam
aku hadapi kau dengan segala pasrah

1997
Puisi: Lelaki Tua
Puisi: Lelaki Tua
Karya: Wayan Jengki Sunarta

Baca Juga: Puisi tentang Zebra
Loading...

Post A Comment:

0 comments: