Ketemu Umbu Landu Paranggi
di denpasar
berjumpa umbu
anak sumba
lama di yogya
hei, apa kabar
– baik-baik saja
saya sudah punya istri
insinyur pertanian
tapi kini jadi guru
di sma sumba
aku senang
senyumnya
giginya yang pepatrata
rambutnya
masih panjang
lurus
– sudah lama
tak jumpa
2 orang
puteraku
sekarang!
lalu diam!
– rusli, katanya
harituaku
ingin kuhabiskan
bersama kuda-kuda
di tengah savana
dalam diam
kami berpisah
– puisi
kuda-kuda liar
di padang-padang
savana
Denpasar, Bali, 24/4/1981
Sumber: Parewa (1998)
Analisis Puisi:
Puisi "Ketemu Umbu Landu Paranggi" karya Rusli Marzuki Saria merekam perjumpaan sederhana namun sarat makna antara dua penyair. Dengan gaya tutur yang lugu, dialogis, dan minim metafora berlebihan, puisi ini menghadirkan potret persahabatan, perjalanan hidup, serta kesetiaan pada pilihan dan akar kultural.
Tema
Tema utama puisi ini adalah perjumpaan, persahabatan, dan perjalanan hidup seorang penyair. Puisi ini menyoroti bagaimana waktu mengubah kehidupan seseorang tanpa menghapus jati diri dan ingatan masa lalu.
Puisi ini bercerita tentang pertemuan penyair dengan Umbu Landu Paranggi di Denpasar. Dalam percakapan singkat, terungkap kehidupan Umbu: asal-usulnya dari Sumba, pengalamannya di Yogyakarta, pekerjaannya sebagai guru, keluarganya, serta keinginannya menghabiskan hari tua bersama kuda-kuda di savana. Perjumpaan itu berakhir dalam diam dan perpisahan yang tenang.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah kesetiaan pada jalan hidup dan akar kebudayaan. Umbu digambarkan sebagai sosok yang tidak silau oleh pencapaian duniawi, memilih pulang dan mengabdi, serta merawat imajinasi dan puisi melalui alam Sumba. Diam yang berulang menandakan kedalaman perasaan dan penghormatan tanpa perlu banyak kata.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa hangat, akrab, dan melankolis. Keakraban hadir melalui dialog santai, sementara nuansa melankolis muncul dalam kesadaran bahwa perjumpaan hanyalah sejenak dan waktu terus berjalan.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat puisi ini adalah ajakan untuk setia pada pilihan hidup dan akar budaya. Puisi ini juga mengingatkan bahwa makna hidup tidak selalu terletak pada gemerlap karier, melainkan pada ketulusan mengabdi dan merawat imajinasi.
Puisi "Ketemu Umbu Landu Paranggi" adalah puisi yang tenang dan bersahaja. Rusli Marzuki Saria berhasil menangkap momen perjumpaan singkat menjadi refleksi mendalam tentang persahabatan, kesetiaan pada asal-usul, dan makna menjadi penyair dalam kehidupan sehari-hari.
Puisi: Ketemu Umbu Landu Paranggi
Karya: Rusli Marzuki Saria
Biodata Rusli Marzuki Saria:
- Rusli Marzuki Saria lahir pada tanggal 26 Februari 1936 di Kamang, Bukittinggi.