Analisis Puisi:
Puisi "Wish You Were Here" menampilkan lanskap batin yang gelap, reflektif, dan penuh kegelisahan zaman. Judul berbahasa Inggris yang bernuansa rindu ini justru berhadapan dengan isi puisi yang sarat kritik peradaban, kesepian eksistensial, serta kesadaran akan kematian. Wahyu Prasetya meramu renungan personal dengan bayang-bayang pemikiran filsafat, spiritualitas, dan realitas sosial kontemporer.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kerinduan eksistensial di tengah krisis kemanusiaan dan keruntuhan peradaban. Puisi ini juga mengangkat tema kehampaan, kritik kekuasaan, dan kesadaran akan kefanaan hidup.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang mengamati manusia dan dunia yang kian runtuh secara moral dan spiritual. Di tengah kehampaan itu, muncul sosok “kau” yang diajak berdialog—figur yang kenyang oleh pengetahuan, wacana, dan tontonan kekuasaan, namun tetap menyimpan rindu mendalam pada semesta dan keheningan. Puisi bergerak dari gambaran kehancuran batin, kritik sosial, hingga perenungan tentang maut dan perjumpaan terakhir dalam sunyi.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah kritik terhadap peradaban modern yang kehilangan orientasi kemanusiaan. Rujukan pada Herbert Marcuse, Ronggowarsito, dan Siddharta Gautama menyiratkan kegelisahan intelektual lintas zaman tentang penderitaan manusia. Keinginan “kembali pada nol” mencerminkan hasrat pemurnian diri, keluar dari beban ideologi, kekuasaan, dan kepalsuan dunia modern. Maut dipandang bukan semata akhir, melainkan ruang perjumpaan paling jujur setelah kebisingan dunia reda.
Suasana dalam puisi
Puisi ini membangun suasana muram, getir, dan kontemplatif. Nuansa sunyi, rindu, dan kecemasan eksistensial mengalir kuat, terutama ketika puisi bergerak menuju gambaran kematian, kebisuan, dan keranda.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat yang dapat ditangkap adalah ajakan untuk menyadari keterbatasan manusia dan kegagalan peradaban yang terlalu pongah. Puisi ini mengingatkan pentingnya kembali pada keheningan, kejujuran batin, dan kesadaran spiritual di tengah dunia yang bising oleh kekuasaan dan kehancuran.
Puisi "Wish You Were Here" karya Wahyu Prasetya merupakan potret kegelisahan manusia modern yang terjebak di antara pengetahuan, kekuasaan, dan kehampaan batin. Dengan bahasa yang padat simbol dan imaji kelam, puisi ini mengajak pembaca merenungi ulang makna hidup, rindu, dan kematian—serta kemungkinan perjumpaan yang paling jujur hanya terjadi dalam keheningan.
Puisi: Wish You were Here
Karya: Wahyu Prasetya
Biodata Wahyu Prasetya:
- Eko Susetyo Wahyu Ispurwanto (akrab dipanggil Pungky) lahir pada tanggal 5 Februari 1957 di Malang, Jawa Timur.
- Wahyu Prasetya meninggal dunia pada hari Rabu tanggal 14 Februari 2018 (pada umur 61).
