Puisi Wahyu Prasetya

Puisi: Wish You were Here (Karya Wahyu Prasetya)

Wish You were Here bagi: umbu landu paranggi dimana-mana tangan itu menggali jurang untuk kekosongan dengan lengan yang terkikis waktu, menyerahkan h…

Puisi: Memandang Anak-Anak Tak Bersepatu (Karya Wahyu Prasetya)

Memandang Anak-anak Tak Bersepatu hanya matahari yang tumbuh di telapak kaki kecil itu menuju sekolah atau tempat ibadah, kerikil menjelma kudis dan …

Puisi: Bendera Anak-Anak (Karya Wahyu Prasetya)

Bendera Anak-Anak ternyata kemerdekaan itu milik anak-anak. ternyata merdeka itu adalah anak-anak dari segala sudut dunia. ada jejak kecil yang berju…

Puisi: Catatan Akhir Tahun (Karya Wahyu Prasetya)

Catatan Akhir Tahun (IV) di sanjung langit mendung gumam terhambat beceknya langkah dan ribuan hati yang bersembunyi adalah ketakutan bagi tegur rama…

Puisi: More Fool Me (Karya Wahyu Prasetya)

More Fool Me buat: beni setia menemukan ketenangan jalan dalam wajah debu masihkah kecermatan bayang-bayang itu menangkap keberanian atau kemuliaan d…

Puisi: Luka (Karya Wahyu Prasetya)

Luka (I) belum sembuh pedih aku mesti rebah kembali belum hilang nyeriku aku terkubur kembali ujung belati dan peluru di sela hari menggurismu berula…

Puisi: Menatap Bendera dalam Gerimis (Karya Wahyu Prasetya)

Menatap Bendera dalam Gerimis kelembutan waktu yang melahirkan seribu musim dan sejarah dalam masa lalu yang dicucuri airmata dari segala orang. saat…

Puisi: Surat Carok (Karya Wahyu Prasetya)

Surat Carok 99 malam kuasah celurit melebihi sorot mata kekasih di tengah peradaban yang dijejalkan sebagai simbol lenturnya lidah kita telah berjanj…

Puisi: Tarian Mer (Karya Wahyu Prasetya)

Tarian Mer ……"…susu yang inilah, susu yang itulah…" Syair lagu dangdut itupun memantul ke dinding kayu, ke jendela Berkelambu, gerit lantai…

Puisi: Urbanisasi dari Meja Makan (Karya Wahyu Prasetya)

Urbanisasi dari Meja Makan bagi: goenawan muhamad anak-anakku menggelar peta dunia di wajahku mencari syair samudra dan reruntuhan perang juga meneba…

Puisi: Sepasang Sepatu Tambang (Karya Wahyu Prasetya)

Sepasang Sepatu Tambang Lelaki lelaki biasa itu meninggalkan pintu rumah sebagai kepompong Kini, ke sudut masa kini, mereka menjelma kupu-kupu baja, …

Puisi: Kemerdekaan dalam Diary Anni Fitria (Karya Wahyu Prasetya)

Kemerdekaan dalam Diary Anni Fitria kesenyapan yang menjauh dari keriuhan kota serta mikrophon, menjauh dari berita dan gerutu, Allahuakbar, huruf ta…
© Sepenuhnya. All rights reserved.