Puisi: Mengenang Chairil Anwar (Karya Damiri Mahmud) Mengenang Chairil Anwar Cril, biarkan sekali ini airmata kami tumpah di atas limpah sajakmu ketika suatu senja kau berjalan seorang diri mengenang sr…
Puisi: Meunasah (Karya Mahdi Idris) Meunasah Aku bangga punya meunasah tempat aku belajar ayat sembahyang mengaji al-Quran menjelang tengah malam. Esok sampai lusa…
Puisi: Menyesal (Karya A. Munandar) Menyesal Kita menghancurkan hanya untuk mengatakan kita menyesal. Kita menghilangkan hanya untuk mengatakan kit…
Puisi: Mak Giri, Cenayang (Karya Goenawan Mohamad) Mak Giri, Cenayang Mak Giri, cenayang, yang melihat kilat melihat laut, melihat ungu, menutup pintunya. "Kita tak bisa berdiri di ambang ini,&qu…
Puisi: Percakapan Hujan (Karya Umi Khomsiyatun) Percakapan Hujan Di depan rumah Hujan sangat deras Aku melihat dari balik jendela Ada sebuah percakapan Katanya, "pelangi akan datang" Hati…
Puisi: Selendang Batik Ibu (Karya Amalia Najichah) Selendang Batik Ibu Kala itu, sebagai anakmu Aku tidak mengerti Apa saja yang telah kau berikan untukku Kala itu, sebagai anakmu Aku tidak tahu Apa y…
Puisi: Dari Gudeg Sampai ke Rendang, Betapa! (Karya Soekoso DM) Dari Gudeg Sampai ke Rendang, Betapa! betapa jauh perjalanan sejarah dari gudeg sampai rendang dalam legenda tersurat dari bumi Mataram sampai Minang…
Puisi: Mimpiku Seperti Kupu-Kupu (Karya Umi Khomsiyatun) Mimpiku Seperti Kupu-Kupu Seekor kupu-kupu mengajariku tentang harapan bahagia Seperti karang di lautan Dalam harapan bintang-bintang Bisa tinggal ru…
Puisi: Mengejar Matahari (Karya Muhisom Setiaki) Mengejar Matahari Aku ingin bisa terbang melayang di udara seperti kumbang ah, tinggi sekali aku sekarang aku bisa menaiki awan Akan kukejar …
Puisi: Pemburu (Karya Irma Agryanti) Pemburu bukan gelap yang membawamu menujuku ujung mataku, pengintai hewan bertanduk bisik malaikat, membidik ke balik telinga semut-semut pergi di au…
Puisi: Dingin (Karya Irma Agryanti) Dingin sebab terpisah dari api mangsi jatuh di hitam mata sebab dipiuh sakal gemetar roda tergelincir karat dari tebing malam meruntuh kelabu demi ke…
Puisi: Sungai dalam Tubuhku (Karya Irma Agryanti) Sungai dalam Tubuhku aku menemukanmu sebagai jazirah dalam tubuh, kuda-kuda mecelupkan diri di antara bayang pohon suara sayap kupu-kupu seperti arwa…
Puisi: Celeng (Karya Irma Agryanti) Celeng musuh ataukah celeng yang berdiri di luar bukit kembali untuk mengintai bebutir kuning meranggas kenali dengus itu, sebagaimana angin panjang …