2018

Puisi: Menyesal (Karya A. Munandar)

Menyesal Kita menghancurkan hanya untuk mengatakan kita menyesal. Kita menghilangkan hanya untuk mengatakan kit…

Puisi: Pagi Ini Aku Pulang (Karya Gody Usnaat)

Pagi Ini Aku Pulang pagi ini aku pulang kampung berjejak di jalan setapak menyusuri hutan yang berliku saksikan embun jatuh di bibir daun rumput kabu…

Puisi: Mengapa Mencintai? (Karya A. Munandar)

Mengapa Mencintai? Aku penasaran mengapa kamu bisa begitu tegar mencintai, pada hakikatnya aku tidak pernah melihatmu benar-benar dicintai. Ini m…

Puisi: Tempat Kita Bertemu (Karya A. Munandar)

Tempat Kita Bertemu         Inilah tempat kita bertemu kita menghitung bintang yang sama kita berdebat, karena hitungan tidak pernah sama. …

Puisi: Surat untuk Tegal (Karya Joshua Igho)

Surat untuk Tegal Kutulis surat ini, ketika suaramu sudah tak dapat kudengar, ketika langkahku menjauh. Sedangkan suara paraumu hanya mema…

Puisi: Di Bawah Bayang-Bayang Jokpin (Karya Kurnia Effendi)

Di Bawah Bayang-Bayang Jokpin Aku dan bayang-bayang berjanji Untuk tidak saling membayangi Pada malam pekat aku berlari cepat Menyeberangi mimpi ke t…

Puisi: Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang (Karya I Nyoman Wirata)

Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang Pagi ini aku memungut airmata seekor elang Kukira kesedihan  Sebab luka menganga Tapi tak b…

Puisi: Doa Cintaku Terpatri untukmu (Karya Endang Ade Rustandi)

Doa Cintaku Terpatri untukmu Aku hanya bisa membenamkan rasaku pada puing-puing yang luluh lantak aku hanya bisa menyertakan doa-doa duha dan senjaku…

Puisi: Mengenang Chairil Anwar (Karya Damiri Mahmud)

Mengenang Chairil Anwar Cril, biarkan sekali ini airmata kami tumpah di atas limpah sajakmu ketika suatu senja kau berjalan seorang diri mengenang sr…

Puisi: Meunasah (Karya Mahdi Idris)

Meunasah Aku bangga punya meunasah tempat aku belajar ayat sembahyang mengaji al-Quran menjelang tengah malam. Esok sampai lusa…

Puisi: Mak Giri, Cenayang (Karya Goenawan Mohamad)

Mak Giri, Cenayang Mak Giri, cenayang, yang melihat kilat melihat laut, melihat ungu, menutup pintunya. "Kita tak bisa berdiri di ambang ini,&qu…

Puisi: Percakapan Hujan (Karya Umi Khomsiyatun)

Percakapan Hujan Di depan rumah Hujan sangat deras Aku melihat dari balik jendela Ada sebuah percakapan Katanya, "pelangi akan datang" Hati…

Puisi: Selendang Batik Ibu (Karya Amalia Najichah)

Selendang Batik Ibu Kala itu, sebagai anakmu Aku tidak mengerti Apa saja yang telah kau berikan untukku Kala itu, sebagai anakmu Aku tidak tahu Apa y…

Puisi: Dari Gudeg Sampai ke Rendang, Betapa! (Karya Soekoso DM)

Dari Gudeg Sampai ke Rendang, Betapa! betapa jauh perjalanan sejarah dari gudeg sampai rendang dalam legenda tersurat dari bumi Mataram sampai Minang…
© Sepenuhnya. All rights reserved.