2018

Puisi: Aku Mendengar Nyanyianmu (Karya Rini Intama)

Aku Mendengar Nyanyianmu Aku mendengar suka cita para nelayan Dan batu-batu karang Dari nyanyianmu tentang tanah kelahiran Tentang pasir sepanjang ja…

Puisi: Tarian Itu (Karya Mustiar AR)

Tarian Itu Dia menari di atas ombak Pantai kasih Atjeh tanoh aulia petang ini Ada kedukaan yang ia gumam sendiri Tarian itu makin liar.…

Puisi: Malam di Beirut (Karya Nissa Rengganis)

Malam di Beirut Perempuan berkerudung hitam Menahan angin di dinginnya kota Beirut Masihkah bisa kau ceritakan Kampung halaman yang dibumihanguskan K…

Puisi: Potretmu Kusimpan di Hati (Karya Handrawan Nadesul)

Kobe Potretmu Kusimpan di Hati Peta Kobe terseka dari tanganku Lupa mencatat Yoko Ono bukan di situ Ingat Kobe ingat Prijono dulu Orang Jawa mengika…

Puisi: Minggu Berdinding Ungu (Karya Inggit Putria Marga)

Minggu Berdinding Ungu buah busuk pohon hujan yang rontok di semua jalan menghalangi langkah kami pergi ke taman hiburan. namun, anakku…

Puisi: Dawat Jadi Tawon (Karya Tjahjono Widarmanto)

Dawat Jadi Tawon di genggaman tanganku tergenggam dawat dan tinta tersimpan di sana ribuan tawon yang kubenihkan dalam riwayat kelak mereka …

Puisi: Pertempuran Batin (Karya A. Munandar)

Pertempuran Batin Membingungkan betapa kita menenun dan terus menenun kejujuran demi kejujuran hanya demi melahirkan satu kebohongan yang kita se…

Puisi: Aku (Karya A. Munandar)

Aku Aku hanya satu dari sekian  yang berharap pagi tidak pernah menunggu. Aku hanya satu dari sekia…

Puisi: Wanitaku (Karya Sri Penny Alifiyah Habiba)

Wanitaku Juangmu tak pernah putus Terus maju pantang menyerah Untuk membela kaummu Kau gigih memperjuangkan kaummu Kau mengajak wanita belajar Memper…

Puisi: Menyesal (Karya A. Munandar)

Menyesal Kita menghancurkan hanya untuk mengatakan kita menyesal. Kita menghilangkan hanya untuk mengatakan kit…

Puisi: Pagi Ini Aku Pulang (Karya Gody Usnaat)

Pagi Ini Aku Pulang pagi ini aku pulang kampung berjejak di jalan setapak menyusuri hutan yang berliku saksikan embun jatuh di bibir daun rumput kabu…

Puisi: Mengapa Mencintai? (Karya A. Munandar)

Mengapa Mencintai? Aku penasaran mengapa kamu bisa begitu tegar mencintai, pada hakikatnya aku tidak pernah melihatmu benar-benar dicintai. Ini m…

Puisi: Tempat Kita Bertemu (Karya A. Munandar)

Tempat Kita Bertemu         Inilah tempat kita bertemu kita menghitung bintang yang sama kita berdebat, karena hitungan tidak pernah sama. …

Puisi: Surat untuk Tegal (Karya Joshua Igho)

Surat untuk Tegal Kutulis surat ini, ketika suaramu sudah tak dapat kudengar, ketika langkahku menjauh. Sedangkan suara paraumu hanya mema…

Puisi: Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang (Karya I Nyoman Wirata)

Aku Memungut Bendera dan Air Mata Seekor Elang Pagi ini aku memungut airmata seekor elang Kukira kesedihan  Sebab luka menganga Tapi tak b…
© Sepenuhnya. All rights reserved.