Puisi: Generasi (Karya Rusli A. Malem) Generasi bergembiralah kau anak kecil dengan boneka-bonekamu yang mungil yang kau sayang dan kau timang-timang dalam duniamu yang cerlang. jalanan ki…
Puisi: Keluhan Kalbu (Karya Hamidah) Keluhan Kalbu Memandang melati Tersenyum seri Disapu embun, bertatahkan muti Membawa kenanganku beragam warni. Kenangan melayang Ke taman mayang Dibu…
Puisi: Cend'ra Durja (Karya Intojo) Cend'ra Durja Bagi Saudaraku Sakti Arga Zaman gemerlap masa permata, Musim baiduri zahar pelangi, Sudahlah kabur sayup di mata, Hanya di hati bak…
Puisi: Seorang Tua di Ranjang Sakit (Karya Trisno Soemardjo) Seorang Tua di Ranjang Sakit Tafsiran yang berlaku antara dunia dan aku Bagai lampu padam mendingin di kalbu; Sayang masa lampau tak balik dan ke…
Puisi: Berdebur Ombak Berdebur (Karya Agam Wispi) Berdebur Ombak Berdebur Berdebur ombak berdebur Pulau Kayangan jauh ditengah hancur hatiku hancur jika ne…
Puisi: Sunyi (Karya Amir Hamzah) Sunyi Kuketuk pintu masaku muda hendak masuk rasa kembali taman terkunci dibelan pula tinggallah aku sunyi sendiri. Kudatang…
Puisi: Dalam Matamu (Karya Amir Hamzah) Dalam Matamu Tanahku sayang berhamparkan daun bersinar cahaya lemah gemilang dari jauh datang mengalun suara menderu selang-menyelang. …
Puisi: Padamu Jua (Karya Amir Hamzah) Padamu Jua Habis kikis segala cintaku hilang terbang pulang kembali aku padamu seperti dahulu. Kaulah kandil kemerlap pelita jendela di…
Puisi: Tukang Kunci (Karya A. Muttaqin) Tukang Kunci Berpeci putih, perangaimu mirip orang suci Rautmu serupa petapa paling sabar di bumi Ditebali jenggot dan cambang kus…
Puisi: Peminta-minta (Karya Sariamin Ismail) Peminta-minta Haus dahaga tidak tertanggung Perut berbunyi meminta nasi Lah penat tangan sebab menampung Tidak seorang mengasihani. S…
Puisi: Hewan Purbakala (Karya Taufiq Ismail) Hewan Purbakala Lama sekali dahulu, lama sekali dahulu kala Lebih 100 juta tahun yang silam Di atas dunia a…
Puisi: Tanah Jawi (Karya Marius Ramis Dayoh) Tanah Jawi Orang-orang putus asa Habis tanah kami dijual! Tanah subur, tanah pusaka Kami ini amat sial, habis kepunyaan belaka! Habis kepunyaan bapak…
Puisi: Bintang di Tengah Gelap (Karya Rustam Effendi) Bintang di Tengah Gelap Béta melihat bintang, sungguhpun bintang disungkup gelap. Banyak bukan terbilang, tetapi satu yang béta lihat. Ini 'kan j…