Puisi: Suluk Batik (Karya Aprinus Salam) Suluk Batik Warnaku cuma satu, kupecah sejumlah Hingga kabur mataku, lahir dirimu Garisku cuma satu Kupatah dan kubengkokkan Kembali k…
Puisi: Selendang Batik Ibu (Karya Amalia Najichah) Selendang Batik Ibu Kala itu, sebagai anakmu Aku tidak mengerti Apa saja yang telah kau berikan untukku Kala itu, sebagai anakmu Aku tidak tahu Apa y…
Puisi: Kain yang Menyimpan Cerita (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki) Kain yang Menyimpan Cerita Motif batik adalah lukisan hati yang ditulis dengan kesabaran. Setiap goresan lilin adalah narasi cinta pada budaya. Kita …
Puisi: Rumpun Pisang (Karya Rita Oetoro) Rumpun Pisang hanya dari kejauhan saja, gadis kecil itu diperbolehkan mengawasi orang-orang kampung mengalah dedaunan hijau aroma tanah kebun yang ba…
Puisi: Riwayat (Karya Taufiq Ismail) Riwayat (1) Sebuah kisah yang dibangkitkan dari antara keluarga-keluarga para penenun dan pembatik di kota P. Hidup yang bergalau ge…
Puisi: Semarang-Tegal (Karya Gunoto Saparie) Semarang-Tegal pagi-pagi kita pun berangkat untuk memetik sepotong puisi di republik terindah negeri poci kita sibuk bercanda hingga tersesa…
Puisi: Bilik Pembatik (Karya A. Muttaqin) Bilik Pembatik Ular yang seribu tahun lalu menyusup ke rumahmu telah kausamak di badan waktu, seperti tato tua yang tak luntur oleh hujan…
Puisi: Rumah Cinta Kampung Halaman Tanah Jawa (Karya Iman Budhi Santosa) Rumah Cinta Kampung Halaman Tanah Jawa Sepanjang waktu terus menunggu potret itu kursi kayu atau bambu di beranda kicau burung, rumpun bunga ramah te…