Puisi Bersajak A-B-A-B

Puisi: Harian Rakyat (Karya Agam Wispi)

Harian Rakyat kerja dari impiannya, indonesia bebas dalam darahnya sisa malaria namun hidupnya baja ditempa keras dan direbutnya kemenangan dengan ti…

Puisi: Hong Kong (Karya Putu Oka Sukanta)

Hong Kong Aku cuma ke Hongkong Terentang kawat berduri pembatas daratan Ibu, apakah ada intel nongkrong B…

Puisi: Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari (Karya Sapardi Djoko Damono)

Berjalan ke Barat Waktu Pagi Hari waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di  belakang …

Puisi: Pencarian (Karya Siti Nuraini)

Pencarian Untuk R.N Karena Godot tak datang sungkan berpesan alamat tiada kemungkinan seribu satu: bagai pengembara Jahudi kuri…

Puisi: Di Bangku (Karya Landung Simatupang)

Di Bangku langit biru melengkung kosong burung induk ayam memanggil anak-anaknya kulihat wajahmu masih murung kau yang kelewat banyak bertanya Sumber…

Puisi: Pantun Lurus Jalan ke Payakumbuh (Karya Marah Roesli)

Pantun Lurus Jalan ke Payakumbuh (Pantun Sitti Nurbaya) Lurus jalan ke Payakumbuh, bersimpang lalu ke Kinali. Jika hati sama sungguh, kering lautan d…

Puisi: Pantun Padang Panjang (Karya Marah Roesli)

Pantun Padang Panjang Padang Panjang dilingkar bukit, bukit dilingkar kayu jati, Kasih sayang bukan sedikit, dari mulut sampai ke hati. Catatan: Pant…

Puisi: Nisan (Karya Chairil Anwar)

Nisan Untuk Nenekanda Bukan kematian benar menusuk kalbu Keridhaanmu menerima segala tiba Tak kutahu setinggi itu di atas d…

Puisi: Sepatu (Karya Sapardi Djoko Damono)

Sepatu Kau tak merasa sepatumu telah menginjak kerikil dan daun tua di jalan kecil itu; kau tak mendengar pe…

Puisi: Kwatrin Cengkrik (Karya Gunoto Saparie)

Kwatrin Cengkrik suara cengkrik di persawahan bersahutan ketika malam pun bertambah larut lalu sunyi memperdalam kesepian ada ricik air kali mengalir…

Puisi: Kuberi Engkau Sayap (Karya Aldian Aripin)

Kuberi Engkau Sayap Kuberi engkau sayap Terbanglah. Menjauh atau mendekat Terserah. Pekanbaru, 1977 Sumber: Nyanyian Malam…

Puisi: Kabut Pagi (Karya Gunoto Saparie)

Kabut Pagi ada kabut tipis sehabis hujan pagi ada yang merindukanmu di depan jendela tetapi siapakah yang berdenyut di dalam hati berkisah soal berah…

Puisi: Mata Bulat (Karya Gunoto Saparie)

Mata Bulat mata bulat sebening telaga polos menatap cermin retak seusai gelisah dalam tidurnya ada isyarat di luar kehendak 2021 Analisis Puisi: Puis…

Puisi: Waktu (Karya Daelan Muhammad)

Waktu bagai sejumlah pengantar jenazah waktu berduyun datang berduyun pergi sarat dengan tangis keluh dan kesah yang tiada lagi disadari amboi! lamba…

Puisi: Winter, Iowa 1974 (Karya Abdul Hadi WM)

Winter, Iowa 1974 Langit sisik yang serbuk, matahari yang rabun menarilah dari rambutnya yang putih beribu kupu-…
© Sepenuhnya. All rights reserved.