Puisi: Pada Suatu Malam (Karya A. Munandar) Pada Suatu Malam Karena malam itu Bulan-penuh bersetuju Bahwa cinta yang hakiki Adalah tanpa memiliki "Ai, biar begini!" 2022 Analisis Puis…
Puisi: Rindu Paling Sunyi (Karya Sarifah Aini) Rindu Paling Sunyi Masih saja aku meringkuk di sudut resah, memperolok diri yang hampir saja menyulam kata menyerah. Lihat saja bodohnya aku, setiap …
Puisi: Gejolak (Karya N. Halim) Gejolak Untukmu aku bertahan Sedangkan ragaku tertahan Dengan segala rintihan Meminta segala harapan Oh wahai sayangku Jika ini cinta, mengapa m…
Puisi: Tidak Bisa Kembali (Karya Andi Rio Daeng Riolo) Tidak Bisa Kembali Aku tidak bisa kembali Semua telah terjadi Aku cinta padamu tapi apalah cintaku yang semusim menemanimu sebab impian memberat dari…
Puisi: Bertepuk Sebelah Tangan (Karya Alex R. Nainggolan) Bertepuk Sebelah Tangan bila cintamu pudar pada alamat mana lagi aku akan pulang 2016 Analisis Puisi: Puisi "Bertepuk Sebela…
Puisi: Bicara Senja (Karya Lalik Kongkar) Bicara Senja Merah jingga hiasi cakrawala Lalu lalang burung camar Menari-nari dalam bingkai rindu Hembusan angin dengan sepoinya Perlahan memutus de…
Puisi: Episode Air Mata (Karya A. Munandar) Episode Air Mata ( 1) Dengan hati dengan hati-hati senja sebagai saksi perasaan sebagai bukti Dua manusia asing bertemu, berb…
Puisi: Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki (Karya Medy Loekito) Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki Di bawah bayang-bayang garis cahaya bulan kupintal hasrat-hasrat tanpa harap menyanyi lagu-lagu sumbang s…
Puisi: Nikah Rumputan (Karya Dorothea Rosa Herliany) Nikah Rumputan telah lusuh gaun pengantin: lepas rendanya. sebab bunga liar yang esok bakal kaupetik, tak tumbuh juga. bagaimana aku bisa menunggumu …
Puisi: Kepergianku Ini Justru Karena Aku Mulai Mencintaimu (Karya Kurnia Effendi) Kepergianku Ini Justru Karena Aku Mulai Mencintaimu Sahabat semua, ini langkah yang sungguh berat Saat seluruh perasaan tertanam semakin erat Tapi, p…
Puisi: Sesak (Karya Oktavia Yumaini Saputri) Sesak Mentari mulai bersinar Menampakkan senyum surya Yang tak pernah diperuntukkan padaku Ia hangat, Namun terlalu kokoh untuk kudekati. Aku tahu Ak…
Puisi: Rasa yang Terpendam (Karya Riyanto) Rasa yang Terpendam Mengapa hingga hari ini kamu tidak sadar Ataukah kamu pura-pura tidak mengerti Bahwa setiap untaian kata ditujukan kepadamu? Atau…
Puisi: Tak Sempat Kubungkam (Karya Leon Lus) Tak Sempat Kubungkam Ada kebisingan dibalut ruang privat Dalam kalbuku yang menjadi kerahasiaan Dari kisah-kisah kita yang usang bersanding dengan si…
Puisi: Cinta yang tak Mungkin Sampai (Karya Dimas Indiana Senja) Cinta yang tak (Mungkin) Sampai Auri... Seandainya kau datang lebih awal dari kereta subuh, Pasti kau kujadikan segurat fajar Untuk menema…
Puisi: Rambut Hujan (Karya Beno Siang Pamungkas) Rambut Hujan (buat yang patah hati lantaran cintanya ditolak) Petir dan gelap bercermin di buram rambut hujan…
Puisi: Reklame Bunuh Diri (Karya Beno Siang Pamungkas) Reklame Bunuh Diri Mungkin ini terdengar konyol, atau tepatnya bodoh seorang lelaki menyerahkan lehernya dan menyatakan cinta kepada s…