Puisi Cinta Bertepuk Sebelah Tangan

Puisi: Episode Air Mata (Karya A. Munandar)

Episode Air Mata ( 1) Dengan hati dengan hati-hati senja sebagai saksi perasaan sebagai bukti Dua manusia asing bertemu, berb…

Puisi: Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki (Karya Medy Loekito)

Tatkala Cinta Tak Berarti Memiliki Di bawah bayang-bayang garis cahaya bulan kupintal hasrat-hasrat tanpa harap menyanyi lagu-lagu sumbang s…

Puisi: Nikah Rumputan (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Nikah Rumputan telah lusuh gaun pengantin: lepas rendanya. sebab bunga liar yang esok bakal kaupetik, tak tumbuh juga. bagaimana aku bisa menunggumu …

Puisi: Kepergianku Ini Justru Karena Aku Mulai Mencintaimu (Karya Kurnia Effendi)

Kepergianku Ini Justru Karena Aku Mulai Mencintaimu Sahabat semua, ini langkah yang sungguh berat Saat seluruh perasaan tertanam semakin erat Tapi, p…

Puisi: Sesak (Karya Oktavia Yumaini Saputri)

Sesak Mentari mulai bersinar Menampakkan senyum surya Yang tak pernah diperuntukkan padaku Ia hangat, Namun terlalu kokoh untuk kudekati. Aku tahu Ak…

Puisi: Rasa yang Terpendam (Karya Riyanto)

Rasa yang Terpendam Mengapa hingga hari ini kamu tidak sadar Ataukah kamu pura-pura tidak mengerti Bahwa setiap untaian kata ditujukan kepadamu? Atau…

Puisi: Tak Sempat Kubungkam (Karya Leon Lus)

Tak Sempat Kubungkam Ada kebisingan dibalut ruang privat Dalam kalbuku yang menjadi kerahasiaan Dari kisah-kisah kita yang usang bersanding dengan si…

Puisi: Cinta yang tak Mungkin Sampai (Karya Dimas Indiana Senja)

Cinta yang tak (Mungkin) Sampai Auri... Seandainya kau datang lebih awal dari kereta subuh, Pasti kau kujadikan segurat fajar Untuk menema…

Puisi: Rambut Hujan (Karya Beno Siang Pamungkas)

Rambut Hujan (buat yang patah hati lantaran cintanya ditolak) Petir dan gelap bercermin di buram rambut hujan…

Puisi: Reklame Bunuh Diri (Karya Beno Siang Pamungkas)

Reklame Bunuh Diri Mungkin ini terdengar konyol, atau tepatnya bodoh seorang lelaki menyerahkan lehernya dan menyatakan cinta kepada s…

Puisi: Surat yang Tak Sempat Kukirimkan (Karya Beno Siang Pamungkas)

Surat yang Tak Sempat Kukirimkan Sebuah surat masih tersimpan di sudut laci tintanya sudah lama kering dan ku…

Puisi: Mengapa Mencintai? (Karya A. Munandar)

Mengapa Mencintai? Aku penasaran mengapa kamu bisa begitu tegar mencintai, pada hakikatnya aku tidak pernah melihatmu benar-benar dicintai. Ini m…

Puisi: Tak Tergenggam (Karya Andrea Hirata)

Tak Tergenggam Cinta, ditaburkan dari langit Pria dan wanita menengadahkan tangan Berebut-rebut menangkapnya Banyak yang mendapat seangkam …

Puisi: Karena Kau Buta (Karya A. Munandar)

Karena Kau Buta Hanya untuk lambaianmu, duniaku berhenti. Hanya untuk senyumanmu, lidahku membatu. Hanya untuk tatapan singk…

Puisi: Dalam Hati (Karya Irvan Riana Agustian)

Dalam Hati D alam hati rasakan A kan selalu ada hati L ihat dia senang bahagia A ku ingin dekat dia M embuat jantung berdebar H ari …

Puisi: Obsesi Salah Tempat (Karya A. Munandar)

Obsesi Salah Tempat Kuikuti arus-arus jemu menguras warna-warni semu namun tak jua kutemui, sesuatu yang seteduh bisikan itu. Ingatan telah membawaku…
© Sepenuhnya. All rights reserved.