Puisi: Petani Tua (Karya Dami N. Toda) Petani Tua (pagi siang sore malam menyapa) - Apa kabar Paé Tua? matahari ia benamkan di pundak pacul ia tikamkan di punggung membakar nyala di darah …
Puisi: Negeri Asing (Karya Dami N. Toda) Negeri Asing hanya amsal bertanyakan hari lalu hari akan peta tanah hendak entah ke mana bersua kita lagi-lagi sedaging genesis sudah kub…
Puisi: Berangkat (Karya Dami N. Toda) Berangkat saban kali sadar waktu kereta berangkat jua ke mana-mana membaca peta cuaca pohonan jalan masih merunduk di pelupuk matahari tanpa kedip (p…
Puisi: Tepi Sampur (Karya Dami N. Toda) Tepi Sampur pacu dan laut sekian kepak atas cakrawala membaca awan demi awan menebak ujung lautan bernafas masih saja lampu-lampu laut beranak di air…
Puisi: Capung (Karya Dami N. Toda) Capung hujan turun banyak tahun ini curah tanpa kau suka bukan soal batang padi menari di air capung kejaran di atasnya kau menarik nafas waktu capun…
Puisi: Hujan Karang (Karya Dami N. Toda) Hujan Karang hujan tua mati di karang berkubur di pasir kampung nelayan amis arak telah lama dalam tempayan bersaksi ternak mati di rumpu…
Puisi: Doa Pagi (Karya Dami N. Toda) Doa Pagi tikamkan 70 kali 70 x 7 kali tikaman lagi tetes-tetes darah menarah peta nasibku di tanah baca jejak darah aku ke mana Sumber: Buru Abadi (…
Puisi: Epitaph buat Si Daisia Kecil (Karya Dami N. Toda) Epitaph buat Si Daisia Kecil Di sini Daisia kecil, nama Sepasang sayap mungil Terbengkalai Seutas sutera panjang Seutas tanya kanak-kanak Menyeret bi…
Puisi: Doa Malam (Karya Dami N. Toda) Doa Malam kau gubah aku ke dalam buru seharian lidahku letih sudah menirukan aneka suara binatang tak kuat lagi melarikan antariksa demi antariksa Di…
Puisi: Jalan (Karya Dami N. Toda) Jalan terbentang antara kita kepatuhan sol sepatu mungkin dari kulit tiada persoalan lagi bahwa kau mau itu masal…
Puisi: Puncak Ranaka Malam Hari (Karya Dami N. Toda) Puncak Ranaka Malam Hari taburan pijar api bintang-bintang menyerbu kelam biru cakrawala di puncak Ranaka berbayang hitam leretan Poco Mandosawu kota…
Puisi: Kali Mati (Karya Dami N. Toda) Kali Mati ranggas pohonan atas bangkai hujan berkelok jauh batu hitam dalam usus kali menanti timbun waktu yang mati dalam harian orang kota sepotong…
Puisi: Madah Pagi (Karya Dami N. Toda) Madah Pagi Terpujilah Allah Mahatinggi terpujilah Esa tak terbagi terpujilah Luhur tak berdasar terpujilah Sabda Fajar tak terperi terpujilah Suci ta…
Puisi: Iteng (Karya Dami N. Toda) Iteng padang alang-alang menggapai embun malam sekawanan elang laut mencari bangkai ikan bandar tua cuma reruntuhan angan-angan Sumber: Buru Abadi (…
Puisi: Doa Siang (Karya Dami N. Toda) Doa Siang lutut kutekuk jua coba menyerah. Langit terpanggang matahari dalam gapaian tangan. Ah, tak bisa kita berdamai: Kau di sana …
Puisi: Tunggul Kayu (Karya Dami N. Toda) Tunggul Kayu sebatang tunggul kayu memperhatikan pertemuan kita dari taman itu. Dahan dan rantingnya mungkin telah dibikinkan kayu bakar atau kaki me…