Puisi: Cukuplah Asmara (Karya Fitri Yani) Cukuplah Asmara bila bahumu matahari pukul delapan pagi pinggangku rumah berkabut di pinggir hutan bila dadamu badai laut cina selatan t…
Puisi: Rumah Matahari (Karya Fitri Yani) Rumah Matahari mengapa begitu asing rumah padahal telah kugantung lukisan matahari di ruang tamu agar kau selalu menatap harapan yang meny…
Puisi: Cerita untuk Ibu (Karya Fitri Yani) Cerita untuk Ibu sekali waktu aku ingin berjalan di tengah kota di mana para remajanya kehilangan bahasa akan kuceritakan kepad…
Puisi: Gerimis dan Dirimu (Karya Fitri Yani) Gerimis dan Dirimu gerimis kerap begitu pasrah tergores dari langit sementara angin yang menerbangkan butiran debu bagaikan bisikan-bisikan p…
Puisi: Ketika Gelap Jatuh (Karya Fitri Yani) Ketika Gelap Jatuh dari ranting pohon ia menyaksikan orang-orang bergegas ke sebuah rumah dan berdoa sementara di langit ada yang pu…
Puisi: Pemetik Bunga (Karya Fitri Yani) Pemetik Bunga ka, kebersamaan kita menjelma cermin yang retak. aku tak lagi melihat sesuatu yang utuh di wajahmu. berulangkali aku berusaha mele…
Puisi: Meninggalkanmu (Karya Fitri Yani) Meninggalkanmu kita pernah memandang satu arah yang kukuh memastikan warna musim dan melantunkan syair-syair malam hingga bulan mendarat d…
Puisi: Dua Jalan (Karya Fitri Yani) Dua Jalan kau meninggalkanku di antara dua jalan; sebentang jalan asmara dan sebuah batasan lara para pejalan tahu, tak semua perhentian…
Puisi: Yang Keluar dari Mulut Ratih (Karya Fitri Yani) Yang Keluar dari Mulut Ratih "Buatkan aku patung rusa!" pintamu sepulang tamasya (kata-kata itu keluar dari mulutmu, m…
Puisi: Magrib (Karya Fitri Yani) Magrib patung batu putih menyerupai seorang raja dengan kudanya memandang jalan raya yang memerah dari ranting pohon ada yang meny…
Puisi: Seperti Batu di Jurang (Karya Fitri Yani) Seperti Batu di Jurang Jurang itu memintaku untuk tetap tinggal di situ sementara langit begitu menghiba menungguku tiba tak pernah ku…
Puisi: Kisah di Pagi Hari (Karya Fitri Yani) Kisah di Pagi Hari lapangan rumput begitu sunyi bulir-bulir embun meleleh sendiri setelah semalaman menyatukan diri. 2009 Sumber: La…
Puisi: Penyimpan Gerbang (Karya Fitri Yani) Penyimpan Gerbang aku tulang rusuk yang menyimpan gerbang di mataku api berkobar dari cerita purba yang sama ribuan cuaca tertiup ke…