Puisi Fitri Yani

Puisi: Dua Butir Benih (Karya Fitri Yani)

Dua Butir Benih perempuan menebar sebutir benih berwarna putih di tanah benih itu tertidur lelap dan bermimpi bertemu seorang…

Puisi: Perjamuan Sekejap (Karya Fitri Yani)

Perjamuan Sekejap jika bukan malam ini, kapan lagi kita berbagi cahaya lampu bertukar puisi sambil bersulang merayakan kemerdek…

Puisi: Penjaga Pelabuhan (Karya Fitri Yani)

Penjaga Pelabuhan "bapak, biarkan kami bersaksi bahwa kau pernah menjadi ombak di dada kami kelak, kami kabarkan kepergian kepada bur…

Puisi: Di Bangku Penumpang (Karya Fitri Yani)

Di Bangku Penumpang saat langit membiarkan pintunya terbuka dan fajar melangkah  dengan kaki-kaki yang rapuh duduklah ia di bangku penumpa…

Puisi: Tentang Hari Depan, Cintaku (Karya Fitri Yani)

Tentang Hari Depan, Cintaku tentang hari depan, cintaku tentang benih yang akan tumbuh esok hari;  bunga-bunga putih di balik kabut rumah …

Puisi: Enam Hari Setelah Tahun Baru (Karya Fitri Yani)

Enam Hari Setelah Tahun Baru bahagiakah kau sekarang? bertahun-tahun aku mencari jawaban yang tepat, dari pesan-pesan singkat yang kau kirim…

Puisi: Sebuah Pengakuan (Karya Fitri Yani)

Sebuah Pengakuan benar, bahwa aku yang lebih dulu menggodamu di bawah pohon itu. sebab kau musafir kelaparan yang hampir mati berperang melawan …

Puisi: Gerbang Malam (Karya Fitri Yani)

Gerbang Malam langit menggugurkan daun-daun hujan yang tajam mozaik-mozaik kota tersusun  di sebuah lorong panjang burung-burung hitam m…

Puisi: Seekor Burung (Karya Fitri Yani)

Seekor Burung ia berusaha mengepakkan sayapnya  sebab pedih dan dendam terpelihara amat sentosa kuku-kukunya meruncing  matanya setajam …

Puisi: Di Stasiun Kereta (Karya Fitri Yani)

Di Stasiun Kereta aku tak mungkin pulang kepadamu mengenang tamasya, asmaraloka atau sekadar membenarkan kerah kemejamu aku gagal mencari …

Puisi: Solilokui (Karya Fitri Yani)

Solilokui entah sejak kapan kau gugup menghadapi kenyataan pagi yang kaku menindih tubuhmu  di sela-sela jadwal keberangkatan  yang tak pe…

Puisi: Kisah di Jalan Tanah (Karya Fitri Yani)

Kisah di Jalan Tanah di jalan tanah tengah malam kau dan aku terantuk batu yang diam sejak dua abad silam percakapan hanya melintas-lintas…
© Sepenuhnya. All rights reserved.